Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Sandiaga Uno
Pagi di BKT, Jakarta Berlari Bersama Sandiaga Uno
2016-04-03 11:18:16

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno senam bersama usai lari di sekitar Banjir Kanal Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, 3 April 2016.(Foto: TEMPO/Rezki Alvionitasari)
Jakarta, Berita HUKUM - Berlari bukan sekadar kegiatan mengayunkan kaki dengan ritme cepat. Lebih dari itu, berlari memberikan banyak inspirasi tentang nilai-nilai kehidupan. Begitulah makna berlari bagi Sandiaga Uno pagi ini di sekitar pintu air Kanal Banjir Timur (KBT), Duren Sawit, Jakarta Timur,

"Dengan berlari, kita bisa memotivasi diri dan lingkungan sekitar sekaligus mempunyai peran penting untuk menunjang bisnis," kata Sandi Uno, bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Minggu (3/4)

Ia menambahkan, berlari adalah olahraga yang paling murah dan sehat, serta bisa dilakukan oleh semua kalangan. "Berlari melatih kita untuk menjadi karakter yang tangguh, disiplin, tidak mudah putus asa, kreatif dan selalu mencapai target," ujar Sandi Uno. Mempersiapkan mental dan fisik yang baik sebelum berlari menjadi modal terpenting untuk menghindari cidera.

Minggu (3/4) pagi, Sandi Uno mengajak seluruh warga Jakarta, khususnya warga di Jakarta Timur untuk bergabung bersama dalam kegiatan "Jakarta Berlari bersama Sandi Uno," yang mengangkat tema "Mengejar Ketertinggalan". Menurutnya, ini saat yang tepat mengajak warga Jakarta bangkit, mengejar ketertinggalan, dan menyetarakan Jakarta dengan ibu kota negara-negara Asia lainnya.

"Jakarta Berlari bersama Sandi Uno" dimulai dari Pintu Air Banjir Kanal Timur (BKT) yang dijadikan tempat Start dan Finish. Siapa pun boleh berpartisipasi dalam acara ini. Acara ini juga mengajak komunitas lari seperti Extraordinary Jakarta Runner (EJR) dan IndoRunner. Menurut Sandi mengenai pilihan track larinya hari ini, "BKT memiliki track lari yang terbaik di Jakarta dan sering digunakan oleh komunitas berlari."

Sandi yang hadir bersama istrinya, Nur Asia Uno bersama warga dan komunitas lari berlari sejauh 10 Km. Saat berlari, ia mengajak siapa pun bergabung untuk berlari bersama. Disediakan juga area untuk beristirahat. "Saat berlari, saya biasanya berhenti setiap 15 menit untuk minum atau hanya mengatur napas," ucap Sandi Uno.

Tidak mau kalah, ibu-ibu juga antusias menunggu Sandi Uno di area istirahat. Mereka telah menyiapkan ponsel atau kamera untuk berfoto bersama Sandi. Memang Sandi dikenal ramah dan murah senyum sering meladeni ibu-ibu yang ditemui di mana saja untuk berfoto bersama.

Setelah berlari, di tempat finish, Sandi dan ibu Nur mengajak warga untuk mengobrol sambil menyantap sarapan. Kerak telor, bubur ayam, dan lontong sayur dihadirkan sebagai menu sarapan pagi.

"Ada hal mendasar yang kita perlu perbaiki. Di luar negeri istilah running the business diterjemahkan di sini sebagai 'menjalankan usaha'. Jika kita mau mengejar ketinggalan, maka kita butuh berlari, bukan lagi berjalan. Jakarta Berlari adalah istilah yang pantas untuk Kota Jakarta saat ini," tutup Sandiaga Uno.(sus/okezone/bh/sya)



 
Berita Terkait Sandiaga Uno
 
Dukungan ke Sandiaga Uno Terus Mengalir, 500 Ribu PKL Haramkan Pilih Ahok
 
Sandiaga Uno Beberkan Insting Politik Prabowo
 
Survei: Perlahan Popularitas Sandiaga Uno Dekati Ahok
 
Nah, Sandiaga Uno Mengaku Dapat Ancaman dari Pengusaha Kelas Kakap
 
Sandiaga Uno Bandingkan Dirinya dengan Yusril dan Sjafrie
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]