Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Perusahaan Patungan
Pactera Bentuk Usaha Patungan Jasa IT di APAC dengan Jatis Group
Sunday 09 Mar 2014 19:57:00

Ilustrasi. Kekuatan Pactera Pedal Kart Grand Prix 2013.(Foto: Istimewa)
BEIJING, Berita HUKUM - Pactera Technology International Ltd. (NASDAQ: PACT), penyedia jasa konsultasi dan teknologi yang berkantor pusat di China, dan Jatis Group, perusahaan konsultan teknologi informasi dan perangkat lunak terkemuka Indonesia, hari ini mengumumkan peluncuran perusahaan patungan (JV) baru bernama Pactera-Jatis Indonesia (PJI).

Dengan persetujuan operasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, kemitraan ini mengukuhkan PJI sebagai pemain global terkemuka di wilayah ini yang mengandalkan kekuatan kedua perusahaan untuk mengembangkan solusi industri yang ditargetkan. Pembentukan PJI memberi Pactera kemampuan pengembangan di Indonesia guna melengkapi pusat-pusat pengiriman globalnya yang berlokasi di China daratan. Selain melayani pelanggan di wilayah APAC, PJI diposisikan untuk menjadi pusat di satu atap yang handal bagi perusahaan di seluruh dunia yang ingin memperluas usaha dalam ekonomi yang maju pesat di Asia Tenggara.

Pelanggan utama Jatis Group meliputi lembaga terkemuka di wilayah APAC di sektor finansial, telekomunikasi seluler, jasa kesehatan, manufaktur / distribusi, Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan publik. Jatis Group, yang berkantor pusat di ibu kota Indonesia, Jakarta, memiliki kantor cabang di Singapura, Kuala Lumpur dan Manila yang melayani beberapa klien dengan 80 merk ternama dari perusahaan nasional dan multinasional.

"Saya senang memperbarui klien berharga kami dalam pembentukan Pactera-Jatis Indonesia (PJI). Usaha patungan antara Pactera dan Jatis Group ini menyatukan sinergi yang sangat baik dari kedua perusahaan untuk mewujudkan peluang pertumbuhan yang luar biasa di Kawasan APAC," komentar Tiak Koon Loh, Direktur dan Chief Executive Officer Pactera. "Melalui PJI, bersama dengan fokus bisnis kami di Selatan Asia, kami sekarang dapat memberi klien kami alternatif terbaik secara strategis dengan memanfaatkan kemampuan pengiriman di Indonesia, Malaysia dan Filipina, di samping pusat-pusat utama kami yang sudah ada di China. Dengan tim berbakat lebih dari 200 karyawan, JV ini lebih lanjut memungkinkan Pactera dan Jatis meningkatkan dan mengembangkan inisiatif pemasaran bersama yang bermakna yang akan memungkinkan kami bersaing secara lebih agresif dan menang secara lebih tegas di pasar Asia Pasifik yang berkembang pesat."

Jusuf Sjariffudin, Group President & CEO Jatis Group, menambahkan: "Pembentukan PJI dimungkinkan melalui visi bersama kedua entitas untuk meningkatkan jasa konsultasi dan teknologi yang komprehensif di APAC. PJI siap melayani klien perusahaan multinasional dengan platform pengiriman terbaik yang membedakannya dari pemain lain dalam industri. Dengan standar kualitas tertinggi, PJI difokuskan pada keseimbangan sempurna layanan bernilai tinggi yang sesuai selera dan proses pengiriman efisien yang menghubungkan dan mendukung kebutuhan bisnis klien kami yang berkembang. Dalam kurun waktu dua tahun, PJI menargetkan penambahan tenaga kerja menjadi 1.000 orang profesional berbakat di bidang teknologi."

Wilayah APAC biasanya menjadi pasar pertumbuhan yang penting bagi Pactera, dan upaya meningkatkan sumber daya manusia di PJI bertujuan meraih pangsa pasar yang lebih besar dari beragam jasa teknologi informasi. Dengan jejak kuat yang dikukuhkan di negara-negara utama, Pactera juga terus berekspansi ke wilayah-wilayah lain di kawasan ini, termasuk Jepang dan Australia.(bhc/pjminews/ant)


 
Berita Terkait Perusahaan Patungan
 
Pactera Bentuk Usaha Patungan Jasa IT di APAC dengan Jatis Group
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]