Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Kasus PHK
PT. Surya Langgeng Perkasa Dinilai Membangkang Atas Putusan Mahkamah Agung
Friday 21 Sep 2012 00:15:00

Gedung Mahkamah Agung (Foto: Ist)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Perusahan yang bergerak di Pertambangan Batubara yang berada di Samarinda Kalimantan Timur, dinilai membangkang atas Putusan Kasasi dari Mahakamah Agung RI. masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 3 orang karyawan pada perusahan tersebut yang sebelumnya juga di Putus bersalah oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Samarinda, sebut Penasihat Hukum Penggugat Stefanus Mbambu, SH di Pengadilan Samarinda Kamis (20/9).

Menurut Stefanus, "berawal dari Penggugat Andreas Nandus, Daniel Hadi Purwanro dan Hermin yang di PHK perusahan tersebut secara sepihak dan tidak membayarkan hak karyawan tersebut, sehingga kasus ini harus melalui Proses Persidangan di PHI Samarinda. Namun atas tuntutan Karyawan tersebut, PHI Samarinda menghukum tergugat PT. Surya Langgeng Perkasa (SLP) untuk membayar hak karyawan Andreas Nandus Rp 45.589.999 dan Daniel Hadi Purwanto Rp 17.233.333, serta Hermin sebesar Rp 5.750.000. Namun Perusahan PT. SLP tidak mau terima untuk membayar hak karyawan tersebut dan memilih untuk mengajukan Kasasi Ke mahkama Agung, Sebut Stefanus", ujarnya.

Stefanus juga menambahkan bahwa, "Perkara Kasasi MA yang memenangkan Penggugat Andreas Nandus DKK telah berkekuatan hukum dari Mahkamah Agung RI tanggal 21 Pebruari 2011 Nomor 18 K / Pdt. Sus / 2011 yang di terima pada tanggal 30 Mei 2012. Dalam amar putusannya, Mahkama Agung (MA) menghukum tergugat PT. SLP, serta harus membayar uang tunai dan sekaligus hak - hak Para Penggugat akibat Pemutusan Hubungan Kerja, Andrea Nandus sebesar Rp 45.589.999 dan Daniel Hadi Purwanto sebesar Rp 17.233.333, serta Hermin sebesar Rp 5.750.000", tambahnya.

Terkait putusan ini, pihak PT. Surya Langgang Perkasa (SLP) yang beralamat di Jl. M. Said Perumahan Citra Kelurahan Karam Asam Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda membangkang dalam membayarkan hak untuk karyawan sesuai dengan putusan MA. pada Senin 13 Agustus 2012 melalui Juru Sita Pengadilan telah memanggil PT. SLP, namun sudah lewat 2 minggu perusahan tersebut dinilai membangkang dan tidak mengindahkan putusan Kasasi.

"Karena dia membangkang, maka pada hari Rabu (19/9) kemarin kami sudah mengajukan sita jaminan kepada Ketua Pengadilan Samarinda terhadap 1 (satu) buah rumah / kantor PT. Surya Langgeng Perkasa yang terletak di Jl. M. Said Perumahan Citra Karam Asam Samarinda dalam jangka waktu satu minggu, Apabila yang bersangkutan tidak mempunyai niat untuk membayar hak para penggugat, maka barang - tersebut akan disita semua", kata Stefanus.

Humas Pengadilan Negeri Samarinda Tatas, SH ketika di konfirmasi media ini terkait permohonan Sita Jaminan kepada PT. SLP, mengatakan, "terkait putusan Kasasi, seharusnya PT. SLP segera melakukan ke wajiban untuk melaksanakan Putusan MA, sehingga di harapkan agar jangan sampai terjadinya eksekusi, Tatas juga mengharapkan agar Perusahan dapat mematuhi putusan MA dan terhindar dari Eksekusi. Mengenai waktu pelaksanaan Eksekusi Tatas mengatakan kewenangan sepenuhnya pada ketua pengadilan'', pungkas Tatas.(bhc/gaj)


 
Berita Terkait Kasus PHK
 
PT. Surya Langgeng Perkasa Dinilai Membangkang Atas Putusan Mahkamah Agung
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]