ACEH, Berita HUKUM - Partai Nasional Aceh (PNA) ikrarkan perlawanan terhadap upaya-upaya intimidasi dan teror jelang Pemilu 2014 dengan mengedepankan aparat penegak hukum.
"Kita sekaligus berharap aparatur kali ini benar-benar berjalan pro justicia," kata Ketua Majelis Pertimbangan Partai Nasional Aceh (MP-PNA) Aceh, drh Irwandi Yusuf, melalui BlackBerry Messenger Senin (29/4).
Menurut Irwandi, berbagai aksi teror dan intimidasi yang terjadi baru-baru ini menimpa kader-kader PNA, seperti rumah dilempari batu, pengancaman via HP serta pembunuhan terhadap Cekgu, dan kesemua kasus ini mengingatkan pada waktu menjelang Pilkada yang lalu.
Dijelaskan, waktu itu teror dan intimidasi berlangsung hampir 100 persen impunitas tanpa intervensi yang berarti dari aparat hukum lokal, hingga kemudian terpaksa diturunkan aparat penegak hukum nasional, yang akhirnya berakhir dengan terjaringnya kelompok Ayah Banta cs dan berhenti penyidikannya pada Ayah Banta cs saja, tanpa menyentuh dalangnya.
Lalu apa yang terjadi sekarang sama motifnya dengan yang terjadi masa Pilkada, yaitu teror untuk bikin ciut nyali politik lawan. Namun, PNA tidak gentar dan surut melawan premanisme politik ini.
"Pemilu kali ini jangan disamakan dengan Pilkada yang lalu dimana kita bersabar habis, kali ini tidak bisa begitu lagi," ujar Irwandi.
Mantan orang nomor satu di Aceh itu berharap agar masyarakat Aceh tidak lagi merasa takut dengan berbagai bentuk intimidasi dan teror. Aparat Gakkum harus lindungi rakyat secara maksimal. PNA bersama-sama aparat Gakkum akan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi Caleg semua Partai yang rakyat pilih.
Setelah kasus-kasus yang terjadi belakangan ini PNA yakin rakyat Aceh tidak mau terjerembab lagi ke dalam kubang yang sama. "Dihimbau kepada semua parpol dan parlok, mari kita buat posko pengaduan bersama di tiap kecamatan," tandasnya.
Alangkah aibnya Aceh ini jika sesama kita berkelahi?, proses politik haruslah berjalan secara demokratis, semoga partai apapun pemenangnya dapat dengan kepala tegak menjalankan amanah kemenangannya tanpa dikejar-kejar rasa bersalah dan perasaan terkutuk.(bhc/sul) |