Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
PHK
PN Jakpus Kembali Gelar Sidang PHK Produser TV Beritasatu
2019-08-18 07:33:02

Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta, Laila Arlini, jadi saksi ahli.(Foto:dok. AJI)
JAKARTA, Berita HUKUM - Persidangan kasus Pemutusan Hubungan Kerja dengan penggugat, Jekson Simanjuntak, produser Berita Satu TV, kembali berlangsung di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Sidang ini berlangsung setelah sebelumnya menghadirkan dua orang saksi yakni Asnil Bambani selalu Ketua AJI Jakarta dan Siswanto Jurnalis Akurat.Co.

“Agenda persidangan hari ini adalah mendengarkan keterangan ahli,” kata Jekson Simanjuntak, Rabu (14/8).

Dalam persidangan, penggugat menghadirkan Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta, Laila Arlini, sebagai ahli.

Kehadiran ahli ini untuk mendengarkan keterangannya terkait prosedur cuti dan kategori mangkir.

Dalam keterangannya, Laila menyebut cuti adalah hak normatif setiap pekerja sesuai pasal 79 ayat 1 Undang-Undang Ketenagakerjaan. Artinya, cuti dapat diambil kapan saja, sesuai dengan kebutuhan pekerja.

Sementara, terkait dengan prosedur pengajuan cuti diatur dalam pasal 79 ayat 3 UU Ketenagakerjaan. Perusahaan diamanatkan untuk mengatur lebih rinci terkait cuti di dalam peraturan perusahaan atau PKB atau perjanjian kerja.

Adapun jenis cuti yang diatur undang-undang tenaga kerja diantaranya cuti tahunan, cuti panjang, melahirkan, izin meninggalkan pekerjaan, haji, dan lain-lain.

Apabila ada bentuk cuti lain yang belum dijelaskan dalam undang-undang, maka sebaiknya diatur secara rinci di peraturan perusahaan atau peraturan kerja.

Lebih lanjut Laila menjelaskan, apabila cuti tidak diberikan sebagaimana diatur di pasal 187 UU Ketenagakerjaan itu, maka dapat dikenai sanksi pidana berupa kurungan satu bulan penjara dan paling lama 12 bulan atau denda paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta.

“Khusus cuti dengan alasan kemanusiaan, menurut Laila seharusnya diberikan, selama pemberitahuan terkait itu dilakukan. Alasan kemanusiaan hendaknya dipertimbangkan, karena kepergian pekerja bukan untuk kepentingan pribadi namun demi misi kemanusiaan,” ujar Jekson.

Kemudian, terkait perlu tidaknya persetujuan atasan dalam pemberian cuti, Laila menegaskan sebaiknya mengacu pada peraturan perusahaan. Sehingga, jika tidak ada pasal di peraturan perusahaan yang mewajibkan cuti dengan izin atasan, maka cuti sebaiknya diberikan.

Menurut Laila, ini menjadi penting karena peraturan perusahaan menjadi acuan yang harus dipatuhi bersama, baik oleh pekerja maupun pihak perusahaan.

Sebelumnya diketahui, penggugat (Jekson Simanjuntak) berangkat sebagai relawan AJI Jakarta untuk melakukan misi kemanusiaan di Palu, Sulawesi Tengah, dengan menggunakan hak cutinya.

Namun sayang cutinya tidak diberikan dan malah dianggap mangkir oleh perusahaan, meskipun telah menyertakan surat tugas dari AJI Jakarta.

Dalam paparannya, Laila menjelaskan kriteria mangkir. Yaitu seseorang yang dalam lima hari berturut-turut tidak hadir tanpa keterangan dan tanpa pemberitahuan.

Maka, dengan penjelasan itu alasan mangkir yang menjadi dasar pemutusan hubungan industrial oleh perusahaan terhadap penggugat tidak terpenuhi.

Selanjutnya, majelis hakim juga menanyakan lebih jauh terkait penyelesaian kasus ini. Laila menyampaikan bahwa pembinaan menjadi jawaban yang seharusnya dilakukan.

Pembinaan yang dimaksud berupa pemberian teguran hingga surat peringatan, bukan dengan pemutusan hubungan kerja.

Karena itu, berdasarkan pemaparan Laila, Jekson Simanjuntak yang juga merupakan pengurus AJI Jakarta sudah selayaknya diterima kembali bekerja di Berita Satu TV dengan posisi yang sama.(akurat/aji/bh/sya)


 
Berita Terkait PHK
 
Presiden KSPI Akan Adukan Permasalahan ANTARA ke Presiden Jokowi, ITUC, dan ILO
 
Kebijakan Direksi ANTARA Dituding Sudah Melawan Nilai-Nilai Pancasila
 
PN Jakpus Kembali Gelar Sidang PHK Produser TV Beritasatu
 
Garuda Indonesia Tak Punya Dasar Hukum PHK Pramugari karena Berat Badan
 
Legislator Terima Aduan Eks Karyawan PT Indo Taichen
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Medsos Berpengaruh terhadap Perkembangan Paham Intoleransi
Hadapi Rawan Pangan dan Stunting di Indonesia, Dompet Dhuafa Ajak Semua Elemen Turut Mengatasi
Jaksa Agung Melantik 3 Pejabat Esselon 1
Kakak Beradik Korban Investasi Puluhan Milyar
Golkar Prioritaskan Kader Berpotensi di Pilkada 2020 dan Klaim Tanpa Mahar
Polisi Temukan 3 Jenis Narkoba Saat Geledah Artis Vitalia Sesha
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Golkar Prioritaskan Kader Berpotensi di Pilkada 2020 dan Klaim Tanpa Mahar
Polisi Temukan 3 Jenis Narkoba Saat Geledah Artis Vitalia Sesha
Bareskrim Polri Musnahkan Barbuk Narkoba Sitaan Hasil Penindakan Desember 2019 - Februari 2020
Kampung Hukum Mahkamah Agung: E-Litigasi Wujud Peradilan Modern di Indonesia
Satgas Antimafia Bola Diminta Ikut Dampingi Timnas Saat Bertanding di Luar Negeri
Menkopolhukam Mahfud: Langkah TNI AU Memaksa Mendarat Pesawat Udara Asing Sudah Tepat dan Sesuai Aturan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]