Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PKS
PKS Prediksi Indonesia akan Alami Tiga Krisis
Monday 05 Oct 2015 07:55:24

Ilustrasi. Presiden PKS Mohamad Shohibul Imam.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memprediksi Indonesia akan mengalami tiga krisis di masa depan. Presiden PKS Mohamad Shohibul Imam mengatakan, tiga krisis tersebut yakni krisis pangan, energi dan air bersih.

"Penduduk yang semakin meningkat, tetapi produksi makanan semakin mengecil," ujar Sohibul saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (4/10).

"Konversi sumber makanan menjadi energi, sumber daya alam yang tidak terbaurkan serta sumber air bersih yang semakin sulit didapatkan dianggap sebagai ancaman besar ke depan," imbuhnya.

Menurut Sohibul, hal tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintahan saat ini. Sohibul berharap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajarannya dapat menjadi dirigen yang baik untuk mengatasi tantangan tersebut, minimal dalam jangka pendek.

Dia menilai, yang terparah dari tantangan jangka pendek saat ini adalah daya beli masyarakat yang sudah sangat menurun. Maka itu, Sohibul mengimbau agar pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat untuk menggerakan ekonomi.

Dia pun mengusulkan, pemerintah memberikan bantuan langsung tunai atau penurunan harga BBM. "Pemerintah juga harus bisa mengelola APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dengan baik. Termasuk APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) untuk daerah agar penyerapan anggaran tidak rendah seperti saat ini," ucap Sohibul.(maf/sindonews/bh/sya)


 
Berita Terkait PKS
 
PKS Dinilai Gagal Move On Buntut Minta Anies Tak Bentuk Parpol, Berkaca Pilkada Jakarta dan Depok
 
PKS Resmi Usung Anies Baswedan-Sohibul Iman Sebagai Cagub-Cawagub Jakarta
 
Hasil Rapimnas, Syaikhu Ungkap Kriteria Capres Pilihan PKS
 
Usul Raffi Ahmad Capres 2024, PKS Sedang Berusaha Mengubah Citra sebagai Partai Tengah
 
Fraksi PKS: KEM-PPKF 2023 Harus Cermati Arah Politik Anggaran Negara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]