Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Opini Hukum    
 
PKI
PKI dan Hoax dari dalam Istana
2017-09-27 08:47:55

Oleh: Syukri Wahid

PARA JENDERAL yang diculik lalu dibunuh karena dianggap telah membentuk Dewan Jenderal yang memiliki agenda menggulingkan tahta Presiden Soekarno lewat menurut perwakilan PKI di kabinet kala itu atau via biro khusus PKI.

PKI ternyata pakarnya pembuat fitnah atau hoax. Mereka adalah maha guru di bidang itu. Mereka pakar dalam agitasi dan propaganda.

Apalagi, DN Aidit ketua PKI kala itu sudah masuk dalam jajaran kabinet Presiden Sukarno. Tercatat dirinya pernah menjabat sebagai menteri di kabinet Kerja jilid 3 hasil reshuffle yang ke-2 dan pada saat gerakan G.30S/PKI, dia terdaftar dalam jajaran kabinet Dwikora 1, karena posisinya sebagai wakil ketua MPRS.

Angin segar bagi PKI karena politik Bung Karno sejak dekrit presiden tahun 1959, yaitu menampung ajaran Komunis dalam konsep Nasakom-nya membuat mereka tumbuh menjadi partai yang kuat.

Tak cukup dengan itu, tahun 1960, dengan alasan para tokoh Masyumi dianggap terlibat dalam PRRI, maka Sukarno membubarkan Partai Masyumi yang merupakan rival utama PKI.

Padahal, Masyumi sebagai partai pemenang ke-2 di pemilu tahun 1955, tak pelak lagi aspirasi umat Islam kehilangan perahunya dan PKI merasa "bahagia" karena rival utama mereka telah hilang dari percaturan politik saat itu.

Belum cukup pula dengan itu, Sukarno membuka poros baru politiknya yaitu poros Jakarta-Peking, semakin memperjelas arah kebijakan Sukarno di "setir" oleh PKI.

Puncaknya adalah Sukarno membubarkan DPR hasil pemilu dan membentuknya serta mengangkat para ketua partai menjadi petinggi MPRS suatu jabatan setingkat Menteri non departemen. Di kabinet Kerja jilid 2 sampai 4 para tokoh PKI menduduki posisi penting.

Hoax bertebaran dari sana, dari dalam kabinet. Hoax masuk dalam istana dan diproduksi di sana sampai berdampak kepada kebijakan Presiden Sukarno yang dianggap terlalu "menuruti" keinginan PKI.

PKI mendesak Presiden Soekarno untuk membubarkan HMI karena dianggap anak kandung Masyumi, meminta Soekarno membubarkan partai MURBA, ulama dikriminalisasi seperti Buya Hamka, dan lain-lain.

Mendesak Presiden Sukarno untuk membentuk angkatan ke-5 untuk dipersenjatai dengan alasan hoax menyiapkan perlawanan rakyat menghadapi Malaysia dan perjuangan Trikora. Dan buntutnya adalah menyiapkan kudeta para relawan dan Gerwani, itulah hoax sejati.

Jangan-jangan banyaknya hoax sekarang... Ciri-ciri, ah sudahlah. Masih mau bilang: PKI itu hantu?

Penulis adalah dokter gigi dan Pegiat sosial politik.(republikal/bh/sya)


 
Berita Terkait PKI
 
• HNW Tegaskan TAP MPRS Terkait Larangan PKI Masih Berlaku
 
• Kebangkitan PKI Itu Keniscayaan
 
• Anton Tabah Digdoyo: Kibarkan Bendera Setengah Tiang, PKI Nyata Dan Selalu Bikin Kacau NKRI!
 
• Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI
 
• Jenderal Gatot Ungkap Dicopot dari Panglima karena Perintahnya Putar Film G30S/PKI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]