Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
PDI Perjuangan Resmi Koalisi dengan Nasdem
Saturday 12 Apr 2014 13:58:58

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah melakukan pertemuan tertututp atara Sekjen PDI-P Tjahyo kumolo dan Sekjen Nasdem Patrice Rio Capella, serta Joko Widodo dengan Surya Paloh, akhirnya Partai Nasdem resmi mengumumkan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan memberikan dukungannya 6,90 % hasil hitungan cepat kepada Joko Widodo sebagai calon Presiden PDI-P yang mendapat 18,90% yang berkoalisinya PDIP dan NasDem, maka diatas kertas suara PDIP sudah mencapai 25 % perolehan suara sementara, versi hitungan cepat CSIS.

“Kami sepakat merapatkan barisan untuk mendukung calon Presiden dari PDIP. Nasdem memberikan dukungannya secara penuh. Capres PDIP dan capres Nasdem sama, yaitu Joko Widodo,” kata Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, dalam konferensi pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem, Gondangdia Jakarta Pusat, Sabtu (12/4).

Mengenai calon wakil Presiden pendamping Jokowi, menurut salah satu pendiri FKPPI, Surya Paloh, hal itu masih dipikirkan dan didiskusikan. Apakah wakil Jokowi bisa berasal dari internal Nasdem atau tidak, Nasdem tetap mendukung Jokowi sebagai Capres.

Komunikasi politik PDIP dengan Nasdem gencar dilakukan sejak sehari setelah Pemilu Legislatif. Kamis lalu, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto langsung menemui Surya Paloh. Nasdem menjadi partai pertama yang dikunjungi PDIP usai Pileg.(bhc/dar)



 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
• Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
• 3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
• Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
• NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
• Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]