Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus BANSOS
Otak Penyuapan Hakim Setyabudi Tedjocahyono Diburu KPK
Friday 31 May 2013 17:38:03

Dada Rosada Walikota Bandung datang ke KPK bawa Panggilan KPK Palsu.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Otak dibalik penyuapan hakim Setyabudi Tedjocahyono, dalam pemulusan perkara Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bandung terus diburu KPK.

Dalam hal ini, penyidik kembali menghadirkan sejumlah saksi untuk perkara kasus tersebut. Diantaranya dengan kembali memeriksa Walikota Bandung Dada Rosada hari ini, Jumat (31/5). Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang keempat kalinya setelah diperiksa pada Rabu (30/5) kemarin.

Johan Budi, Juru Bicara KPK mengatakan pemeriksaan yang dilakukan sampai berkali-kali ini lantaran keterangan dari Dada dianggap belum cukup oleh penyidik KPK.

"Jadi masih ada yang harus dikonfirmasi ke dia (Dada)," ujar Johan, di kantornya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pada pemeriksaan pada Rabu (30/5) malam, Dada mengungkapkan banyak keterangan yang ditanyakan kepadanya.

"Banyak ditanyakan kepada saya," katanya.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Hakim PN Bandung Setyabudi Tedjocahyono, Plt Kadis Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Pemkota Bandung, Herry Nurhayat, Ketua Ormas Gasibu Pajajaran, Toto Hutagalung serta anak buahnya, dan Asep Triana

Sampai saat ini Walikota Bandung Dada Rosada masih diperiksa Penyidik KPK, disamping itu Rusli Zainal dalam perkara kasus PON Riau juga masih diperiksa oleh KPK.(bhc/opn)


 
Berita Terkait Kasus BANSOS
 
• Terpidana Prof Dr Sutedja: Anggota DPRD dan Paturahman As'ad Minta 30 Persen
 
• Divonis 6,6 Tahun Penjara, Prof Setedja Sebut Uang Korupsi Dibagi-bagi ke Pejabat dan Dewan
 
• Korupsi Dana Bansos Rp18 Milyar, Prof Dr Thomas Susadya Divonis 6,6 Tahun Penjara
 
• Mashudi Terdakwa Kasus Bansos PKBM Divonis 18 Bulan Penjara
 
• Mashudi Terdakwa Kasus Bansos PKBM Dituntut 2 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]