Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Fahri Hamzah
Orator Tradisi Para Pemimpin Indonesia
2018-02-05 21:35:23

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah,(Foto: azka/hr)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengingatkan kalau tradisi orator adalah tradisi para pemimpin Indonesia. Indonesia ini adalah negara yang lahir dalam krisis perang perundingan dan perang di tengah-tengah panggung yang bergolak, bulan panggung yang tenang.

"Itulah sebabnya agak sulit bagi orang Indonesia sebetulnya kalau pemimpinnya bukan orator, sulit bagi orang Indonesia. karena kita tumbuh dan lahir dengan tradisi panggung," ungkap Fahri saat menjadi narasumber di acara Bintang Orator Radio Parlemen di Loby Nusantara II Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/2).

Menurut dia, pemimpin-pemimpin kita bukan hanya Bung Karno saja, kalau mendengar atau membaca dokumentasi tentang rapat-rapat BPUPKI, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), maupun Konstituante. Apalagi dalam tradisi parlementer dulu, itu orator-orator semua didalamnya.

"Maka Indonesia tumbuh tanpa pemimpin orasi, itu kurang top. Dan juga pemimpin itu, harusnya hari-hari dia berorasi kepada bangsanya untuk meyakinkan arah dari bangsa itu. Itu yang didalam istilah yang ditemukannya di zaman Roosevelt dulu itu," terangnya.

Roosevelt, tambah politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, adalah pemimpin Amerika Serikat yang melahirkan istilah Bullypulpit dimana dia bisa menggunakan panggung orasi podium Presiden AS untuk meyakinkan bangsanya tentang satu arah yang besar. Roosevelt saat itu bisa meyakinkan bangsanya supaya mau bergotongroyong, ketika akan membangun infrastruktur lintas Amerika.

"Itu orasi. Pemimpin itu harus setiap hari lahir dia. Apalagi sekarang. Kalau dulu kan chanel media itu sedikit, sehingga orang bisa melihat pemimpinnya melalui panggung, melalui televisi dan radio. Tapi sekarang, kita di DPR ini punya chanel TV dan Radio Parlemen, yang sedang kita usahakan agar mempunyai chanel khusus, sehingga di publik itu tahu ada dua chanel, yakni satu yang melaksanan, satunya mengawasi (Parlemen). Itu sama-sama ditonton oleh publik nanti. Jangan cuma satu chanel," katanya lagi.

Karena itu lah, Fahri Hamzah menyambut positif kegiatan Bintang Orator yang diselenggarakan oleh Pemberitaan Parlemen Kesetjenan DPR RI, dengan harapan dibuat secara rutin. Bila perlu didalam pidatonya itu, juga digambarkan sejarah bagaimana orang Indonesia belajar pidato, dan menjelaskan bagaimana Bung Karno berlatih di depan cermin, sampai cerminnya pecah.

"Itu semua kita gambarkan, karena pusat atau salah satu medium dari heroisme baru bangsa Indonesia adalah para pemimpinnya yang orator-orator ini. Karena itu, saya mengucapkan selamat kepada yang menjadi finalis. Anda adalah orator-orator masa depan dan jangan berhenti menjadi orator," harap anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.(skr/sc/DPR/bh/sya)




 
Berita Terkait Fahri Hamzah
 
• Tegur Dahnil, Fahri Hamzah: Bro, Jangan Seret Pak Prabowo Ke Isu Kecil
 
• Fahri Hamzah Sarankan Presiden Bentuk Perppu Perlindungan Data Penduduk
 
• Kivlan Zen Batal Dicekal, Fahri Hamzah: Bukti Hukum Kita Diatur Segelintir Orang
 
• Jika Prabowo Menang, Fahri Usul SBY dan Amien Rais Jadi Menteri Senior
 
• Terlalu Cepat Definisikan Pahlawan dengan Pengertian Baru
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]