Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Virus Corona
Optimalkan Penanganan Covid 19, Wakil Bupati Bogor Adakan Rakor
2021-07-08 20:48:34

Wakil Bupati Bogor menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan para Direktur RSUD dan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, di Aula Pendopo Bupati Bogor, dalam menangani Covid19.(Foto: BH /hmb)
BOGOR, Berita HUKUM - Untuk lebih mengoptimalkan penanganan Covid-19,
Wakil Bupati Bogor menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan para Direktur RSUD dan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, di Aula Pendopo Bupati Bogor, Kamis (8/7).

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menerangkan, rakor dilakukan untuk mendapatkan informasi akurat dan terkini berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor. Diantaranya mengenai ketersediaan tempat tidur di setiap rumah sakit, ketersediaan obat, ketersediaan gas oksigen, tempat isolasi mandiri di tiap kecamatan hingga pemenuhan Tenaga Kesehatan (Nakes).

Iwan Setiawan menegaskan, untuk memastikan ketersediaan obat-obatan di Kabupaten dirinya juga meminta agar Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melalukan razia ke sejumlah toko obat untuk mengetahui harga eceran tertinggi dari obat, seperti yang sudah dilakukan pemerintah pusat. “Ketersediaan obat penting untuk penanganan Covid-19 ini,” tegasnya.

Dirinya juga menyatakan, bahwa ketersediaan oksigen juga perlu dimonitoring, salah satunya dengan menyediakan Posko pengendalian oksigen rumah sakit yang berlokasi di gedung BPBD Kabupaten Bogor.

“Segera bangun poskonya, sebagai tempat sharing, dan koodinasi untuk mendapatkan informasi, karena ini darurat maka perlu ada Posko dan bentuk tim monitoring ketersediaan oksigen Kabupaten Bogor,” pinta Iwan.

Tambahnya, untuk optimalisasi penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor, kebutuhan tenaga kesehatan menjadi ujung tombak dalam mendorong kesuksesan pananganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Untuk memenuhi kekurangan Nakes salah satunya dengan melibatkan setiap Nakes dari 101 Puskesmas di Kabupaten Bogor untuk membatu bertugas di RS dalam menangani pasien Covid-19.

“Optimalkan Nakes yang ada di 101 Puskesmas, saya minta Puskemas perbantukan Nakesnya karena situasi darurat tidak mungkin rekrut yang baru. Tugas kami menjamin keselamatan dan masyarakat Kabupaten Bogor,” imbuhnya.(bh/hmd)


 
Berita Terkait Virus Corona
 
Pemerintah Perlu Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan Rakyat terkait Kedatangan Turis China
 
Pemerintah Cabut Kebijakan PPKM di Penghujung Tahun 2022
 
Indonesia Tidak Terapkan Syarat Khusus terhadap Pelancong dari China
 
Temuan BPK Soal Kejanggalan Proses Vaksinasi Jangan Dianggap Angin Lalu
 
Pemerintah Umumkan Kebijakan Bebas Masker di Ruang atau Area Publik Ini
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun
RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]