Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Bengkulu
Ombudsman Minta Polda dan Kejati Bengkulu Klarifikasi Kasus Novel
Thursday 20 Dec 2012 10:24:38

Kompol Novel bersama keluarga.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ombudsman menyurati Polda dan Kejaksaan Tinggi Bengkulu terkait upaya penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan. Ombudsman meminta Polda dan Kejati mengklarifikasi upaya penangkapan Novel pada 5 Oktober 2012 lalu. Anggota Ombudsman, Budi Santoso, mengatakan surat permintaan klarifikasi sudah dikirimkan satu pekan lalu. Hingga saat ini belum ada jawaban atas surat tersebut. "Kami sudah bertemu Novel di gedung Ombudsman ini dan kami sudah menangkap maksud Novel," kata Budi di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (19/12).

Budi menjelaskan Ombudsman meminta klarifikasi atas surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang diterbitkan tanggal 7 Oktober atau 2 hari setelah upaya penangkapan Novel di gedung KPK.

Kedua, Polda diminta mengklarifikasi surat hukuman Novel yakni hukuman 7 hari tahanan terkait penanganan perkara pencurian sarang burung Walet.

"Untuk Kejati Bengkulu, kita ingin dapatkan salinan SPDP yang dianggap aneh oleh pihak Novel. Kepada Polda Bengkulu, kita meminta surat hukuman yang menyatakan menjatuhi hukuman tujuh hari pada bulan Nopember 2004," jelas Budi.

Tim pembela Novel mengadukan dugaan mal administrasi Polisi dalam penanganan kasus Novel ke Ombudsman pada 30 Oktober 2012. Tim pembela melaporkan SPDP kasus Novel yang baru diterbitkan setelah adanya upaya penangkapan.

Tim pembela Novel melaporkan surat hukuman disiplin. Ada 2 surat berbeda terkait hukuman. Surat tertanggal 25 Juni 2004 berisi hukuman Novel yaitu teguran keras. Sementara surat 26 November 2004 disebutkan Novel dihukum disiplin 7 hari tahanan.(dk/omd/bhc/opn)


 
Berita Terkait Bengkulu
 
• Bertemu Gubernur Bengkulu, Fadel Muhammad Harap Bumi Rafflesia Jadi Poros Ekonomi Sumatera
 
• Komisi IV Tinjau Program KBR di Bengkulu Tengah
 
• Kejati Bengkulu Tetap Usut Kasus Korupsi RSU Yunus
 
• Terkait Mesin Triplek, Kejati Bengkulu Periksa Sekkab
 
• Pukul Pensiunan PNS, Korban Laporkan Pelaku ke Polres Bengkulu Utara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]