Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Perancis
Olok-olok Nabi Muhammad, Kantor Majalah Dilempari Bom Molotov
Friday 04 Nov 2011 21:33:28

Kantor redaksi majalah Charlie Hebdo, setelah dilempari bom molotov (Foto: Uk.ibtimes.com)
PARIS (BeritaHUKUM.com) – Majalah satir Perancis, Charlie Hebdo akan mencetak ulang edisinya yang menampilkan Nabi Muhammad sebagai pemimpin redaksi tamu. Akibat edisi tersebut, kantor majalah di Paris ini, diserang bom Molotov pada Selasa (1/11) malam waktu setempat atau satu hari setelah pengumuman penerbitannya.

Setelah serangan bom itu, para staf mingguan satir tersebut, pindah untuk sementara ke kantor harian Liberation. Namun, mereka tetap merencanakan untuk mencetak tambahan sebanyak 175.000 eksemplar, setelah 75.000 cetakan pertama terjual habis dengan cepat.

Menurut pemimpin redaksi majalah Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, larisnya edisi tersebut memperlihatkan peningkatan apresiasi terhadap karya-karya satir. "Trennya sudah bergerak dan mungkin lebih banyak penghormatan atas karya satir kami, karya kami untuk memperolok-olok,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Seperti diketahui, majalah mingguan ini terkenal dengan serangan-serangan tajamnya terhadap kemapanan di Perancis, termasuk lembaga-lembaga agama. Majalah itu menerbitkan edisi khusus dengan pemimpin redaksi tamu Nabi Muhammad, setelah partai Islam, Ennahda menang dalam pemilihan umum di Tunisia.

Pilihan pemimpin redaksi tamu itu menimbulkan kontroversi dan kantornya diserang dengan dua bom Molotov. Sejumlah pemuka Islam di Perancis menentang satir dengan menggunakan Nabi Muhammad. Tapi mereka juga mengecam penyerangan atas kantor Charlie Hebdo itu.

Ketua Masjid Paris Dalil Boubakeur menyesalkan kebijakan redaksi yang menggunakan tokoh besar agama Islam itu sebagai pemred tamu dalam majalah itu. Hal ini sangat menyinggung perasaan umat Islam dan mengundang aksi kekerasan. “Muslim Perancis tidak ada hubungan dengan politik Islam," tegas dia.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Perancis
 
• Sarkozy Resmi Diselidiki Aparat Prancis
 
• Perancis Selidiki Penikaman Tentara di Paris
 
• Usai Didemo, Perancis Malah Legalkan Pernikahan Sesama Jenis
 
• Dua Pelaku Tewasnya Tiga Pegiat Kurdi Berhasil Ditangkap
 
• Warga Prancis Protes Tolak Pernikahan Gay
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]