Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
PT KAI
Oktober, Tarif Commuter Line Naik Rp 2000
Thursday 30 Aug 2012 19:11:43

Kereta Api PT. KAI (Foto: BeritaHUKUM.com/bim)
JAKARTA, Berita HUKUM - Para pengguna commuter line harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Per 1 Oktober 2012 nanti PT KAI Commuter Jabodetabek (PT. KCJ) yang mengelola operasional commuter line akan menaikan tarif sebesar Rp2.000.

Sekretaris Perusahaan PT. KCJ Makmur Syaheran mengatakan kenaikan tarif tersebut untuk memaksimalkan keandalan commuter line.

"Commuter line berbeda dengan kereta ekonomi yang ada subsidi dari pemeritah jadi kami harus biayai sendiri. Tujuan pokoknya sebenarnya akan kami kembalikan untuk peningkatan keandalan KRL", ungkap Makmur di Jakarta, Kamis (30/8).

Kenaikan besaran tarif tersebut akan merata di semua destinasi commuter line. Makmur mencontohkan tarif Depok-Jakarta yang saat ini Rp6.000 akan menjadi Rp8.000 pada 1 Oktober nanti.

Peningkatan keandalan tersebut meliputi penambahan kereta. Sejak akhir 2008, pihaknya memiliki 386 kereta AC Commuter Line. Hingga pertengahan 2012 sudah 278 unit kereta yang dibeli PT. KCJ.

"Tahun ini kami mau menambah 90 lagi dan sudah masuk 30 unit. Jadi total kereta yang kami miliki ada 664 unit. Sisanya nanti akan menyusul", papar Makmur.(mi/bhc/rby)


 
Berita Terkait PT KAI
 
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
 
KAI Akan Laporkan dan Tuntut Pengemudi Mobil yang Tabrak KRL
 
KAI Layani Tes PCR Selama Nataru, Tarifnya Rp195.000 di 17 Stasiun
 
Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
 
Pemerintah Cabut Subsidi untuk 5 Kereta Api Ekonomi, Ini Daftarnya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]