Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Aceh
Oknum Polres Nikmati Uang Korban KIP 2008
Tuesday 11 Jun 2013 16:04:54

Terpidana (korban kezoliman) aparat hukum kasus KIP Aceh Timur Tahun 2008 bersama awak media.(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
Aceh, Berita HUKUM - Oknum penegak hukum Aceh Timur terindikasi, menerima uang suap baik dari pelaku utama, maupun dari tersangka yang merupakan korban pencucian kasus yang di lakoni, Oknum pada sekretariat Komisi Independen pemilihan (KIP), Aceh Timur tahun 2008, dalam kasus pengadaan Mobil dinas Roda empat.

Menurut Wadi Fatimah dan Marlina dirinya hanya korban yang didalimi Oknum di KIP tersebut, buktinya pemilik CV.Maju bersama atas nama Azhari tidak pernah di panggil, padahal kami tidak pernah tahu siapa itu Azhari (CV.Maju Bersama) kami tidak pernah tahu itu.

Pada saat di Polres meminta uang Rp 30 juta, dan Kabag hukum Pemkab Aceh Timur saat itu (almarhum Zakaria), Rp 10 jutaan," uang yang Rp 30 juta pertama kami serahkan ke Kapolres pada saat itu, namun Kapolres menolak akhirnya uang tersebut kami serahkan melalui salah seorang kasat di Polres Aceh Timur pada saat itu," lanjut korban yang sekarang (terpidana), di amini suami masing masing korban, di ruangan Kabag Hukum Aceh Timur.

Pemerintah kabupaten Aceh Timur melalui kepala bagian hukumnya Iskandar SH, meminta Polisi dan Kejaksaan serta hakim untuk dapat, membuka kembali kasus pencairan dana pengadaan Kendaraan dinas roda empat pada kantor sekretariat Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Aceh Timur tahun 2008.

Tersangsa yang saat ini merupakan orang orang yang di Skenariokan (terzolimi) pada kasus KIP tersebut, namun para pelaku Korupsi yang sebenarnya tidak pernah terjamah hukum (alias cuci tangan) karena kelihaiannya bermain skenario, dan diduga kuat para penegak hukum di Aceh Timur, begitu juga dengan salah seorang Oknum Wartawan media lokal yang di peralat, untuk menakut nakuti penegak hukum di kabupaten tersebut Ikut menikmati uang hasil kejahatan Korupsi.

Penegak hukum dalam Hal ini Polisi Dan kejaksaan serta hakim harus membuka kembali kasus tersebut, melalui peninjauan kembali (PK), terkait pencairan dana pengadaan Mobil dinas pada sekretariat Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), kabupaten Aceh Timur .

"mengingat jabatan terpidana (terzolimi) saat itu cacat hukum, bagai mana uang bisa di cairkan, Pelaksana tugas sekretaris atas nama Maimun di angkat melalui Surat keputusan (SK) KIP Aceh Timur No 720/KPU/008 yang di tandangani Hafsah SH dengan berita acara No 15/BA/KPU/2008 tentang penunjukan pelaksana tugas Sementara Maimun tanggal 4 desember 2008 serta berita acara tersebut di tandatangani Komisioner KPU/KIP, yang diketui Hafsah SH, di bantu empat anggotanya Iskandar H.Agani, Ridwan Su'ud, Syafrul, dan Mulya Karim.

Nota Dinas Maimun sebagai Plt sekretaris Sementara dari ketua KPU/KIP yang di tandatangani Hafsah SH selaku ketua, dengan Nomor 800/KPU-ATIM/X/2008 tanggal 6 oktober 2008, surat surat tersebut terindikasi cacat hukum dan harus di lakukan peninjauan kembali (PK) demi Keadilan untuk para terpidana.

Seharusnya pengangkatan Plt sekretaris KIP/KPU berdasarkan surat tugas dari Sekretaris Jendral (sekjen) KPU pusat, sementara kepala bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Iskandar SH, saat di konfirmasi awak media ini senin (10/6) di ruang kerjanya mengatakan, sangat menyayangkan pelaksanaan proses hukum terkait pengadaan Mobil dinas Roda empat pada sekretariat KIP Aceh Timur tahun 2008, yang bersumber dari APBN senilai 268.636.364, tidak mencerminkan Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"untuk itu kita minta ketiga Instansi, Polisi, kejaksaan, dan pengadilan untuk dapat melakukan peninjauan kembali (PK) kasus tersebut, menurut Iskandar SH lagi, apa yang di lakukan ketua kIP pada saat itu cacat Hukum, Penunjukan marlina sebagai panitia pembuat komitmen (PPK) cacat hukum, ada dua Hal yang membuat cacat hukum, di samping tidak memiliki SK, marlina juga tidak memiliki sertivikat kelayakan sebagai persyaratan, untuk menjadi Panitia pembuat Komitmen," Lanjut Iskandar lagi.

"Sementara Marlina yang di wawancara awak media ini senin (10/6) di ruang kerja kabag hukum Pemkab Aceh Timur, mengatakan saya tidak mengerti apapun tentang persoalan ini, saya memang sudah di kondisikan untuk jadi kambing hitam (dikorbankan), dalam kasus tersebut.

Sebenarnya yang menikmati uang Korupsi bukan kami, ini memang sudah di arahkan atau di kondisikan oleh ketua KIP, uang di ambil tanggal (20/10/2008) sedangkan saya, pada saat itu (21/102008), sedang berada di rumah di paksa harus menanda tangani surat, untuk siapa juga saya tidak tahu, karena pada saat itu saya di paksa salah seorang anggota KIP Iskandar H.Agani.

"Marlina Menambahkan seharusnya yang paling bertanggung jawab ketua KIP, karena dia lebih tahu, siapa rekanan dan ke rekening siapa dana tersebut mengalir, kasus ini memang sudah di Skenariokan, agar mereka yang menikmati aliran dana dari APBN tersebut, tidah, tidak tersentuh hukum setelah menikmati uang haram dari dengan melakukan Korupsi,"lanjut Marlina sambil meneteskan air mata.(bhc/kar)

Share : |

 
Berita Terkait Aceh
Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
Acheh Future Dukung Pelaksanaan Cambuk di Lapas
Presiden Jokowi Diminta Segera Resmikan KEK Arun
Rumah Warga di Aceh Diberondong OTK
PT PIM Diminta Adil Terkait Rekrutmen Karyawan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PP Muhammadiyah Usulkan BNPT Diganti Komisi
DPR dan Media Sebagai Mitra Pengawal Reformasi untuk Negeri
Rezim Jokowi 'Anti HAM', Semakin Represif Memukuli dan Menahan Mahasiswa Demo
Saksi Ahli Ungkap Hak Imunitas Advokat Sudah Sesuai Undang-Undang
Dua Hal Diprotes Dolfie Rompas pada Sidang Kedua PMH Dewan Pers
Pengurus Gereja Agustinus Rottie Terdakwa Pencabulan Divonis 5 Tahun akan Dikeluarkan DPO
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Dua Hal Diprotes Dolfie Rompas pada Sidang Kedua PMH Dewan Pers
Legislator Kecewa Harga Pangan Kembali Naik
Presiden Soeharto Menjadi Presiden Indonesia Dinilai Publik Paling Berhasil
AHY dan Sandi Bertemu, Demokrat Jajaki Peluang ke Koalisi Prabowo
Jatanras Ditreskrimum PMJ Tangkap 7 Tersangka Curas, 2 Pelaku Tewas
Ditlantas PMJ Melakukan Pemetaan Titik Rawan Kemacetan Salama Ramadhan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]