Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Jaksa
Oknum Jaksa Idi Aceh Diduga Gratifikasi Perkara Rp10 Juta
Thursday 02 Apr 2015 09:32:52

Gedung Kejaksaan Negeri Idi Kabupaten Aceh Timur.(Foto: BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Institusi Kejaksaan kembali tercoreng akibat dugaan ulah oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Menurut pengakuan korban orang tua terpidana 6,3 tahun Fahrul Razi, yakni M.Kasim pada, Rabu (1/4) di Idi, Aceh pada awak media ini menyebutkan, awal mula dugaan terjadi Gratifikasi oleh oknum Jaksa Edi Suhadi,SH, saat perkara berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, Aceh.

Lebih lanjut, M. Kasim menambahkan, "saya mencari hutangan uang hingga terkumpul Rp 10 Juta seperti yang diminta Jaksa, kemudian uang tersebut saya serahkan pada menantu saya Intan, (Isteri terdakwa) Fahrul Razi Bin M.Kasim, untuk diserahkan ke oknum Jaksa tersebut, supaya anak saya bisa dikurangi hukumannya, setelah uang diserahkan, ES juga sempat bertanya pada saya, untuk hakim siapa yang jumpain, terus saya jawab, bapak saja yang jumpain biar sekalian," ujar M.Kasim.

Diketahui Intan istri terpidana Fahrul Razi Bin M. Kasim warga Desa Buket Jok, Kec Idi Rayeuk, Kab Aceh Timur, mengeluhkan terkait proses Hukum di Kejaksaan Negeri Idi, yang adanya dugaan oknum Jaksa meminta uang Rp 10 Juta, dengan alasan untuk menguragi hukuman terhadap suaminya. Setelah uang diserahkan kepada oknum Jaksa ES,SH, sejumlah yang dimintanya, namun hukuman malah bertambah menjadi 6,3 tahun penjara, yang sebelumnya dijanjikan 4 tahun Penjara.

Sementara, Jaksa Edi Suhadi saat di konfirmasi awak media pada, Rabu (1/4) membenarkan bahwa, dirinya yang menangani perkara Fahrul Razi bin M. Kasim, namun ia membantah telah menerima uang seperti yang dituduhkan keluarga terpidana.

"Benar perkara Fahrul Razi saya yang menangani, tapi saya tidah pernah menerima uang, saya tidak ada terima uang, baik dari terpidana maupun dari keluarganya, saya bekerja secara profesional sudah menuntut terpidana dengan tuntutan 7,3 tahun dan hakim memutuskan 6,3 tahun, kalau pun ada dikasih uang sama orang lain saya tidak tau itù," sebut Edi Suhadi,SH.(bh/kar)


 
Berita Terkait Jaksa
 
Santoso: Berantas Mental Preman di Korps Adhyaksa
 
Pemkot Kupang Apresiasi Kajati NTT Dr Yulianto
 
DPR Setujui RUU Kejaksaan Menjadi UU
 
RUU Kejaksaan Sebagai Upaya Mantapkan Peran dan Kedudukan Kejaksaan
 
Kajati DKI Jakarta Melakukan Kunker dan Waskat ke Kajari Jakpus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]