Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Barack Obama
Obama Serukan Pengurangan Senjata Nuklir
Thursday 20 Jun 2013 00:16:13

Presiden Amerikat Serikat, Barack Obama.(Foto: guardian.co.uk)
JERMAN, Berita HUKUM - Presiden Amerikat Serikat Barack Obama menggunakan pidato umum di Berlin, Jerman, untuk mengusulkan pengurangan senjata nuklir.

Dalam pidatonya di Gerbang Brandenburg dia mengusulkan pengurangan sepertiga senjata nuklir Amerika Serikat dan Rusia.

Presiden Obama juga menyerukan pengurangan jumlah senjata taktis berhulu ledak yang berada di kawasan Eropa.

"Setelah kajian yang menyeluruh, saya memutuskan kita bisa menjamin keamanan Amerika dan sekutunya serta menjaga strategi pencegahan yang kuat dan bisa dipercaya sambil mengurangi pengerahan senjata nuklir strategis sampai sepertiganya," tuturnya Pada Rabu (19/6).

"Dan saya ingin mengupayakan perundingan pengurangan dengan Rusia untuk bergerak melewati posisi nuklir Perang Dingin."

Berdasarkan traktat New Start yang ditandatangani Amerika Serikat dengan Rusia pada tahun 2010, setiap negara diperkenankan untuk memiliki maksimal 1.550 hulu ledak dan 700 peluncur senjata.

Dia juga menyatakan akan berupaya untuk menyusun kerangka internasional yang baru untuk penggunaan damai tenaga nuklir dan menolak nuklirisasi negara-negara seperti Korea Utara dan Iran.

Melepas jas
Pidato Obama di gerbang yang terkenal ini disampaikan hampir 50 tahun sejak pidato Presiden John F Kennedy di Berlin yang terkenal, yang dimulai dengan Ich bin ein Berliner yang berarti Saya adalah warga Berlin.

Di hadapan para mahasiswa dan pejabat pemerintah yang sudah menunggu selama beberapa jam di bawah suhu panas 33C, Obama melepas jasnya dan mengatakan, "Sesama kawan, kita boleh sedikit tidak resmi."

"Ancaman hari ini tidak sekuat setengah abad lalu, namun perjuangan untuk kebebasan, keamanan, dan martabat manusia tetap berlangsung," tambahnya.

Gerbang Brandenburg -yang pada masa Perang Dingin memisahkan Jerman Timur dan Barat- disebut Obama sebagai lambang bahwa tidak ada dinding yang bisa memisahkan dalam upaya mencari keadilan "yang membara di hati manusia".

Sebelumnya, Obama bertemu dengan Kanselir Angela Merkel yang mengkritik meluasnya penggunaan program pengawasan di Amerikat Serikat, yang diberi nama Prism.

Kunjungan yang pertama kalinya ke Jerman sebagai presiden ini dilakukan setelah pertemuan G8 di Irlandia Utara, yang antara lain sepakat untuk menggelar perundingan damai Suriah di Jenewa secepat mungkin.(bbc/bhc/opn)


 
Berita Terkait Barack Obama
 
Wisata Napak Tilas Obama Hingga Pidato Kunci di Dispora Indonesia
 
Pidato Farewell, Obama: Demokrasi Membutuhkan Anda
 
Obama Menyarankan Donald Trump, Kepresidenan AS Bukan Bisnis Keluarga
 
DPR AS Tuntut Presiden Barack Obama
 
Badan Intelijen AS Sadap 200 Juta SMS Setiap Hari
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]