Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu 2014
Nurul Arifin dan Prof. Suhardi Tanggapi Konferensi Pers Wiranto
Friday 20 Jun 2014 04:36:47

Timses Koalisi Merah Putih Nurul Arifin saat menerima Deklarasi Kelompok Artis & Seniman Indonesia untuk mendukung Capres No.1 Prabowo-Hatta di posko pemenangan rumah Polonia Jakarta, Kamis (19/6).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Nurul Arifin dan Prof. Suhardi pada kubu Capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa masih santai menanggapi langkah yang dilakukan mantan panglima ABRI Jendral TNI (Purn) Wiranto, sebagai Ketua Umum (Ketum) partai Hanura, pendukung Capres Jokowi-JK, yang Wiranto hari ini ditempat terpisah melakukan konferensi pers di posko tim pemenangan Jokowi-JK di Jakarta Pusat,

Juru bicara (Jubir) Tim Sukses koalisi Merah Putih Prabowo-Hatta, Nurul Arifin Politisi partai Golkar mengatakan, bahwasanya Prabowo telah dinyatakan tidak bersalah dalam kasus dugaan pelanggaran. Ia pun menyayangkan munculnya surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) ke publik pada masa kampanye jelang Pilpres 2014.

"Waktu muncul surat DKP juga seharusnya tidak perlu, karena Mahmil (Mahkamah Militer) sendiri tidak pernah dibentuk. Jadi kalau saya berpengangnya pada perpres yang dikeluarkan oleh presiden saat itu, Presiden Habibie (Presiden ke-3), yang menyatakan bahwa pak Prabowo tidak bersalah dan diberhentikan dengan hormat," kata Nurul, seusai acara deklarasi Artis Muda dan Seniman Indonesia di rumah pemenangan Polonia Cipinang Cimpedek, Jakarta, Kamis (19/6).

Lanjutnya, Nurul pun seakan tidak ingin berspekulasi dengan menuduh pihak-pihak tertentu, yang sengaja menaikkan isu lama itu ke publik. Ditegaskannya, pihaknya masih memengang Perpres yang menyatakan bahwa mantan Danjen Kopassus diberhentikan secara hormat.

"Jadi sekarang sudah clear ya (selesai). Kalau memang sekarang ada rekayasa lagi, dengan skenario-skenario baru, saya tidak tahu," tegasnya.

Sementara, saat bersamaan, Prof Suhardi Ketum Gerindra menerangkan bahwa, pernyataan yang dilontarkan oleh Wiranto tersebut tak akan menpengaruhi pada elektabilitas Prabowo-Hatta yang terus naik. Ia juga enggan mengomentari pernyataan Wiranto yang saat ini berada di kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla. Alasan yang signifikan bagi Suhardi karena ia belum mendengar langsung, pernyataan Wiranto yang ditayangkan langsung oleh stasiun televisi swasta.

"Saya belum tahu banyak, nanti saya lihat dulu," kata Suhardi.

Ketidaktahuan Suhardi akan hal itu, karenanya dia baru saja kembali dari kota Bogor, Jawa Barat, untuk berkampanye tim Pemenangan Prabowo-Hatta Capres No. urut 1 pada Pemilu Pilpres, Rabu 9 Juli 2014 mendatang.

Dimana saat ditanya, sudah berapa jumlah kelompok yang mendeklarasikan di rumah Posko pemenangan Polonia sendiri?,

"Di rumah Posko Polonia terhitung hari ini sudah ada 590 kelompok dukungan yang mendeklarasikan mendukung penuh Capres No 1 Prabowo-Hatta, kalau untuk keseluruhan (Indonesia) mungkin sudah ada ribuan" tambah Prof. Suhardi.(bhc/bar)



 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]