SERDANG BEDAGAI (BeritaHUKUM.com) - Seorang nelayan tradisional bernama Syahrul alias Namak (37), warga Dusun III, Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai Medan perbatasan, yang dikabarkan hilang di perairan Pantai Sri Mersing, Minggu (29/4), akhirnya ditemukan dalam kondisi pingsan oleh nelayan langgeh dibawah pohon cemara, Selasa (1/5) sekira pukul 06.00 WIB.
“Dia (Namak-red) ditemukan nelayan yang mencari udang dengan menggunakan Langgeh (pukat kecil-red) dalam keadaan pingsan bersandar dibawah pohon yang berada di tepi pantai Bagan Kuala, Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai,” kata Udin (39), warga Pantai Cermin.
Temuan tersebut, sambung Udin, selanjutnya diberitahukannya kepada seorang pekerja tambak udang. Kemudian keduanya mendatangi Roliyah istri Namak, lalu bersama warga lainnya langsung membawa Namak yang masih dalam keadaan pingsan ke RS Sawit Indah, Perbaungan, guna mendapat perawatan medis.
“Awalnya ada warga yang sedang melanggeh mencari udang melihat orang terkapar dibibir pantai dipohon cemara dalam keadaan pingsan jam 6 pagi. Melihat sosok pria pingsan, pencari udang yang tidak diketahui itu langsung memberitahukan kepada pekerja tambak yang kebetulan melintas dan isterinya,” jelas Udin.
Terpisah, Roliyah, istri Namak ditemui di RS Sawit Indah Perbaungan, mengaku bahwa seorang nelayan yang ditemukan warga tersebut merupakan suaminya yang hilang beberapa hari lalu ketika melaut.
”Dia (Namak-red) memang suamiku yang dikabarkan hilang di perairan Pantai Sri Mersing. Saya mengucapkan terima kasih kepada warga yang menemukannya, dan saya berharap agar tulang punggung keluarga kami ini cepat sembuh, bias kembali lagi melaut, tandas Roliyah.
Sementara itu, Kapolsek Pantai Cermin Polres Sergai, AKP Efendi Sirait, membenarkan bahwa ada warga yang menemukan Syahrul yang dikabarkan hilang tersebut. ”Korban telah ditemukan warga keadaan pingsan di bibir pantai, kini dirawat di RS Sawit Indah Perbaungan,” jelas Kanit Intel polsek Pantai cermin Hedra Permana.(bhc/put)
|