Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Tawuran Pelajar
Nazaruddin Lubis: Polisi dan Jaksa Lindungi Tersangka Lain, Doyok Ditumbalkan
Tuesday 28 May 2013 13:17:36

H. Nazarudin Lubis SH, MH.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Fitra Ramadhani alias Doyok, terdakwa kasus pengeroyokan antar pelajar di Bulungan divonis 7 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakrta Selatan, Senin (27/5).

Melalui penasehat hukumnya, Nazaruddin Lubis, SH keberatan atas jalannya persidangan, dimana hakim mengesampingkan pemaparan barang bukti juga keterangan saksi lainnya. Hal ini disampaikan Nazaruddin kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Selasa (28/5). "Kami dari tim penasehat hukum sangat menyesalkan proses peradilan sesat ini, ada bukti-bukti yang tidak dibuka di dalam persidangan," ujarnya.

Ditambahkannya, seperti dalam BAP dari hasil penyitaan kepolisian itu ada 2 arit di persidangan. Yang 1 ada bercak darahnya, yang satu ada pecahan botol yang ada bercak darahnya, ini hakim tidak membukanya di persidangan," ujar Nazaruddin dengan penuh kesal.

Dijelaskannya kembali, sebenarnya sudah terungkap dalam persidangan bahwa ada pelaku lain dalam aksi tawuran, dan pengeroyokan ini yang sebenarnya bukan (Doyok). Ada keterangan saksi yang melihat pelaku lain yang bernama Faiz.

Terhadap vonis hakim ini, kami akan melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi, setelah kami dapatkan salinan putusanya dari PN Jakarta Selatan.

Kami juga akan menyurati Kapolri dan Kepala Kejaksaan Agung, terkait kinerja aparat dibawahnya yang tidak benar, dan penuh rekayasa.

Yang kami sesalkan itu di kinerja Polres Jakarta Selatan, dimana ada 6 tersangka lain, mereka adalah, M Ikhsan Maulana, Robby Kurniawan, Suryo Putro, Husein Abdurrahman, Faiz Adli, Galih Aryo Ramadan, dan Jonathan," kata Nazaruddin.

"Apa karena ada permainan, ada anak pejabat, kemana mereka? kenapa berkas mereka tidak dilanjutkan ke persidangan, apa memang Doyok sengaja ingin ditumbalkan, ada apa ini, inilah disebut peradilan sesat," tegas Nazaruddin.

Seperti diketahui, Doyok dikenakan pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian. Kejadian tawuran ini antara SMA 6 dan SMA 70 pada 24 September 2012 lalu, di sekitar Bundaran Bulungan Kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Dalam peristiwa tersebut, Alaway anak SMA 6 tewas akibat dikeroyok oleh anak SMA 70.(bhc/put)


 
Berita Terkait Tawuran Pelajar
 
• Nazaruddin Lubis: Polisi dan Jaksa Lindungi Tersangka Lain, Doyok Ditumbalkan
 
• Tawuran Sehabis UN, 8 Pelajar Diamankan Polisi
 
• Sepanjang Tahun 2012, 82 Pelajar Tewas Akibat Tawuran
 
• Kak Seto Temui Fitra dan AD di Polres Jakarta Selatan
 
• Siswa yang Terkait Tawuran Masih Diperiksa di Polres Jakarta Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]