Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Kapolri
Nasir Djamil: Pengalaman yang Komprehensif Modal Budi Gunawan Melanjutkan Reformasi Polri
Monday 12 Jan 2015 16:43:38

Ilustrasi. Muhammad Nasir Djamil Anggota Komisi III DPR RI.(Foto: dok.BH)
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, yakin seluruh fraksi di DPR nantinya akan mendukung Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan untuk menjadi Kapolri, saat Budi diharuskan mengikuti uji kelayakan dan dan kepatutan di DPR RI.

Keyakinan itu muncul, lantaran Budi dianggap sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk menjabat sebagai pucuk pimpinan di institusi Bhayangkara itu. ‎Salah satu pengalamannya adalah, Budi pernah menjabat sebagai Kapolda Bali (2012). Saat ini, Budi menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol).

‎”Diharapkan pengalaman yang komprehensif ini menjadi modal bagi Budi Gunawan untuk melanjutkan reformasi Polri, saya punya keyakinan bahwa seluruh fraksi akan menyetujui Budi Gunawan menjadi kapolri,” ujar Nasir di DPR, Senin (12/1).

Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta kepada publik untuk melihat secara utuh mengenai sosok Budi Gunawan, lantaran Ia menyadari keputusan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dalam memilih Budi sebagai calon tunggal Kapolri pasti ada yang mendukung ada juga yang tidak.

‎Menurutnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah memiliki catatan sendiri mengenai rekam jejak Budi Gunawan sebelum akhirnya ia diusulkan kepada Presiden untuk dipilih sebagai calon Kapolri. ‎”Dari sisi angkatan di kepolisian, Budi Gunawan yang merupakan alumni 83 akan bersinergi dengan para kepala staf lainnya di jajaran TNI yang juga alumni 83,” terangnya.

Karena itu, Nasir punya pandangan nantinya yang akan menjabat sebagai wakil kapolri adalah alumni Akpol 84. Sehingga ke depan jenjang karir yang merujuk kepada angkatan secara otomatis berlaku.

Adapun mengenai isue rekening mencurigakan yang dimiliki oleh Gunawan, Nasir mengatakan hal itu tidak terlalu penting untuk dibahas. Menurutnya, biarlah persoalan itu dibahas oleh lembaga yang punya kewenangan untuk memeriksanya, seperti KPK dan PPATK.

Sementara, Komjen Pol. Drs. Budi Gunawan, S.H., MSi., Ph.D. pria yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 11 Desember 1959. Budi Gunawan merupakan salah satu perwira intelektual terbaik dan brilian yg dimiliki Polri saat ini, ia merupakan lulusan terbaik Akpol 83 peraih penghargaan Adhi Makayasa yang sangat prestisius, ia selalu tercatat meraih peringkat satu dan lulusan terbaik di setiap pendidikan Polri yg dilaluinya seperti saat sekolah PTIK, SESPIM, SESPATI, LEMHANAS.

Selan itu Budi Gunawan sempat tercatat sebagai Jenderal termuda di Polri saat dipromosikan naik pangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen)

Inilah riwayat jabatan:

- Ajudan Presiden RI Megawati Soekarnoputri (2001-2004)
- Karobinkar SSDM Polri (2004-2006)
- Kaselapa Lemdiklat Polri (2006-2008)
- Kapolda Jambi (2008-2009)
- Kadiv Binkum Polri (2009-2010)
- Kadiv Propam Polri (2010-2012)
- Kapolda Bali (2012)
- Kalemdiklat Polri (2012-Sekarang).(wikipedia/bhc/has)


 
Berita Terkait Kapolri
 
Kapolri: Layani dan Lindungi serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat
 
Kapolri Bilang 'Potong Kepala', Ditambahin Kapolda Metro: Saya 'Blender' Sekalian
 
Program 100 Hari Presisi Kapolri, Prakasa Asabels Nusantara Giatkan Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat
 
100 Hari Kerja Kapolri Jenderal Listyo Dinilai Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
 
Romo Benny Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri: Penyelesaian Masalah Intoleransi dengan Penegakkan Hukum
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]