Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Hutan
Moratorium Hutan Indonesia Tetap Dilanjutkan
Tuesday 23 Apr 2013 11:02:29

Acara Seminar Moratorium Hutan Indonesia di Gedung Plaza Bapindo lantai 10 Jakarta Pusat, Selasa (23/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia menganggap Moratorium hutan menjadi faktor penting penentu masa depan Indonesia, baik dari sisi kesejahteraan maupun keutuhan dan keamanan wilayah. Moratorium kelestarian hutan yang sudah berjalan selama dua tahun harus terus dilanjutkan demi kelangsungan masa depan bangsa Indonesia.

Hal ini menjadi tema pembahasan dalam Seminar Nasional Refleksi Dua Tahun Moratorium Hutan Indonesia: "Bagaimana Masa Depan Indonesia Tanpa Moratorium", di Gedung Plaza Bapindo lantai 10 Jakarta Pusat, Selasa (23/4).

Hadir sebagai pembicara dalam hal ini Sekjend Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto, Tungkut Sipayung (Gapki), Nabiha Shahab (REDD Aceh), Yuyun Indardi (Greenpeace), dengan moderator Wimar Witoelar dari Yayasan Perspektif Baru.

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan Moratorium hutan melalui Instruksi Presiden (Inpres) No.10/2011. Inpres mengenai penundaan izin tebang hutan sementara selama dua tahun yang akan segera berakhir Mei 2013, sebagai usaha menjaga kelesatarian hutan.

Sekjend Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto mengatakan, "kawasan hutan lindung tidak boleh digunakan untuk kepentingan apapun, oleh karena itu untuk melindungi hutan yang masih baik kondisinya, penting negara mengaturnya, tidak boleh membakar hutan, mencegah perubahan fungsi hutan secara permanen," ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, Moratorium hutan perlu terus dipertahankan agar pembangunan Ekonomi hijau, dapat berjalan dengan baik di Indonesia, dan dapat mengurangi konflik sosial masyarakat. Karena itu Moratorium hutan menjadi penentu masa depan Indonesia.(bhc/put)


 
Berita Terkait Hutan
 
• Uni Eropa Sahkan UU Anti-Deforestasi, Pemerintah Indonesia Mesti Berbenah
 
• Tak Hanya Identifikasi dan Pendataan, Ansy Lema Minta KLHK Tindak Tegas Pelaku Perusakan Hutan
 
• Cegah Kerusakan Hutan, Pengelolaan Hutan yang Lestari Harus Jadi Prioritas
 
• Perlu Penguatan Peran Negara dalam Perlindungan Kawasan Hutan
 
• Walhi: 427.952 Hektar Hutan Kalimantan Jadi Konsesi di Era Jokowi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]