Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Google
Mobil Google Bisa Mengemudi Sendiri
Thursday 29 May 2014 19:28:47

Proyek Mobil Self-Driving Google bisa menghancurkan taksi, Uber dan Lyft. Mobil ini berukuran kecil dengan panel sederhana.(Foto: Istimewa)
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Google memilih untuk mulai membuat mobil yang bisa mengemudi sendiri, dan tidak akan memodifikasi kendaraan yang dibuat oleh produsen lain. Mobil itu akan memiliki tombol stop-go tapi tidak ada kontrol, kemudi atau pedal, seperti dilaporkan wartawan BBC Jack Stewart.

Mobil Google ini terlihat seperti mobil kota dengan wajah yang "ramah", dirancang untuk terlihat tidak menakutkan dan membantu orang menerima teknologi mengemudi sendiri.

Penemu mobil ini yaitu Sergey Brin mengungkapkan rencana tersebut dalam sebuah konferensi di California.

"Kami sangat bersemangat tentang kendaraan ini - ini adalah sesuatu yang akan memungkinkan kita untuk benar-benar mendorong kemampuan teknologi mengemudi sendiri, dan memahami keterbatasan," kata Chris Urmson, direktur perusahaan untuk proyek self-driving ini.

Dia menambahkan bahwa mobil ini memiliki kemampuan untuk "meningkatkan kehidupan masyarakat dengan mengubah mobilitas".

Kerugian

Tetapi beberapa peneliti yang bekerja di bidang ini sedang menyelidiki potensi kerugian untuk teknologi mobil tanpa pengendara.

Mereka percaya bahwa mereka bisa membuat lalu lintas lebih buruk karena orang pada akhirnya akan menerima kemacetan karena tidak perlu mengendarai mobil mereka sendiri.

BBC diberikan akses ke tim Google untuk berbicara tentang proyek rahasia ini, dan melihat modifikasi awal dari mobil tersebut.

Terlihat seperti kartun, mobil tersebut tidak memiliki kap mobil, dan roda yang terdorong ke sudut. Bayangkan mobil tanpa setir, pedal tidak ada & tidak ada pengemudi. Google telah mencapai ini.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Google
 
10 Cara Mengatasi Penyimpanan Gmail Penuh dengan Mudah dan Praktis
 
Google Didenda 2,5 Triliun Rupiah Atas Dugaan Monopoli Pasar di Korea Selatan
 
Pembaharuan Fungsi Google Maps Live View untuk Pengemudi
 
Google Meet Hadir di Gmail, Ini Manfaatnya
 
Google Sarankan Jangan Gunakan Browser Microsoft Edge
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]