Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pembunuhan
Misteri Kematian 2 Perempuan Saudi Jasadnya Ditemukan Terikat di Sungai Hudson New York
2018-11-02 13:47:46

NEW YORK, Berita HUKUM - Dua perempuan kakak beradik asal Arab Saudi yang mengajukan permohonan suaka di Amerika, ditemukan tewas dalam keadaan diikat satu sama lain dengan lakban di Sungai Hudson.

Tala Farea, 16, dan Rotana Farea, 22, ditemukan dengan tubuh saling berhadapan dan mengenakan pakaian lengkap tanpa tanda-tanda trauma yang menonjol, kata polisi.

Penyidik ??mengatakan terlalu dini untuk menentukan apakah kematian mereka akibat tindak kejahatan atau karena bunuh diri.

Kedua gadis itu belum lama mengajukan permohonan suaka AS, kata polisi.

Kedua kakak beradik keluarga Farea itu pindah dari Arab Saudi ke Fairfax, Virginia, pada tahun 2015 bersama ibu mereka, dan sudah beberapa kali melarikan diri dari rumah, kata aparat AS.

Para penyelidik mengatakan masih merupakan teka-teki bagaimana keduanya ditemukan tewas di tepi sungai yang berjarak lebih dari 400km dari rumah keluarga mereka.

sketches of the sistersHak atas fotoNYPD
Image captionPolisi merilis sketsa wajah kedua gadis itu untuk mencari tahu siapa mereka

Dalam pernyataannya, Konsulat Jenderal Saudi mengatakan mereka telah menghubungi keluarga Farea, dan bahwa kedua bersaudara itu adalah mahasiswi yang "menemani abang mereka di Washington".

Kantor berita Associated Press menyebut, menurut polisi New York sehari sebelum mayat mereka ditemukan, ibu mereka menerima telepon dari seorang pejabat kedutaan Saudi yang menyuruh keluarga itu untuk pergi karena kedua gadis telah mengajukan permohonan suaka politik.

Gadis-gadis itu ditemukan di Riverside Park pada Rabu lalu dengan mengenakan celana legging hitam dan jaket hitam dan dengan lakban melilit pinggang dan mata kaki mereka.

Polisi awalnya berteori bahwa gadis-gadis itu mungkin melakban diri lalu melompat dari Jembatan George Washington, tetapi ternyata tak ditemukan bekas luka atau memar yang jelas.

Setelah merilis gambar sketsa kedua kakak beradik, Jumat lalu polisi dapat mengidentifikasi mereka, dan sekarang mencari informasi tentang kehidupan mereka di wilayah metro New York dalam dua bulan terakhir.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Pembunuhan
 
• Update kasus kematian dosen Untag Semarang, AKBP Basuki jadi tersangka
 
• Reka Ulang Kasus Anak Majikan Bengkel Pukul Korban dengan Palu hingga Tewas, Ada 18 Adegan
 
• Polda Metro Tangkap 2 ART Pelaku Tindak Pidana 340, 338 dan 368 KUHP
 
• Fakta Baru Penyelidikan Kasus Kematian Satu Keluarga di Bekasi, Dugaan Kuat 3 Korban Diracun Bukan Keracunan
 
• Perkara Pembunuhan Brigadir J, Terdakwa Ferdy Sambo Dituntut Pidana Penjara Seumur Hidup
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]