Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Cek Pelawat
Miranda Kekeh Tidak Tahu Soal Travel Cek
Tuesday 24 Jul 2012 19:52:43

Miranda Swaray Goeltom (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Terdakwa kasus pemberi suap berupa Travel Cheque (TC) terhadap 480 anggota DPR periode 2004-2009 Miranda Swaray Goeltom Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Wanita berambut ungu ini membacakan eksepsinya dengan sangat tenang dan santai.

Dalam eksepsi yang ia bacakan sambil berdiri, ia menegaskan tidak pernah melihat, mendengar apalagi mengetahui pemberian TC yang dilakukan oleh Nunun Nurbaitie kepada anggota DPR periode 2004.

“Saya tidak pernah melihat, mendengar, atau mengalami sendiri proses pemberian traveller's cheque yang dilakukan Nunun Nurbaetie kepada anggota DPR atau peristiwa yang berhubungan dengan traveller's cheque tersebut,” katanya.

Dilanjutkan Miranda, ia bahkan tidak pernah menganjurkan Nunun untuk membagikan cek pelawat senilai Rp 24 Miliar tersebut. “Namun saya ditetapkan sebagai terdakwa yang disebut menganjurkan Nunun untuk memberikan TC kepada anggota,” tegasnya.

“Kembali saya tegaskan, Saya tidak mengetahui atau diberitahu mengenai pembagian traveller's cheque yang menurut penuntut umum dibagikan untuk kemenangan saya,” tutup Miranda. (bhc/dit)


 
Berita Terkait Kasus Cek Pelawat
 
KPK Belum Berani Lanjutkan Kasus Cek Pelawat
 
Pengadilan Tinggi Tetap Vonis Miranda 3 Tahun Penjara
 
Divonis 3 Tahun Miranda Langsung Ajukan Banding
 
Miranda Goeltom Dituntut Hukuman 4 Tahun Penjara
 
Tjahjo Kumolo Bantah Miranda Janjikan Uang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]