Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Milad ke-107, Amien Rais: Jangan Jadi Kader Muhammadiyah Musiman
2016-09-12 03:48:28

Prof. Dr. H. Amien Rais Mantan Ketua PP Muhammadiyah saat memberikan sambutan di acara Milad ke-107 Muhammadiyah.(Foto: Istimewa)
KULONPROGO, Berita HUKUM - Milad ke-107 Muhammadiyah yang dilaksanakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulonprogo di Stadion Cangkring, Wates, dihadiri ribuan kader dan warga Muhammadiyah.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Amien Rais mengajak para kader Muhammadiyah untuk terus mengembangkan Muhammadiyah. "Jangan hanya menjadi kader musiman, harus terus semangat," harap Amien, saat memberikan sambutan, Sabtu (10/9).

Amien mengaku, dirinya menjadi kader Muhammadiyah sejak dalam kandungan. Sebab orangtuanya merupakan aktivis di Muhammadiyah, sehingga dalam kondisi hamil, dia ikut aktif dalam kegiatan Muhammadiyah.

Ketika lahir dan dewasa, dirinyapun ikut aktif dalam kegiatan Muhammadiyah dan sempat menjadi ketua PP Muhammadiyah.

"Jangan menjadi kader biren, rabi leren (menikah berhenti). Justru setelah menikah harus semakin bersemangat,: pinta Amien.

Amien menambahkan, pertumbuhan dan perkembangan Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta cukup pesat. Bangunan milik Muhammadiyah seperti UMY atau UAD dan Stikes Aisyiyah juga semakin gagah. Begitu juga dengan SMA ke bawah maupun rumah sakitnya. Tinggal bagaimana menambah semangat saja.

"Saya kaget baru kali ini di Kulon Progo kegiatan Muhammadiyah dihadiri lebih dari sebelas ribu orang," kata Amien.

Sementara, Wakil PP Muhammadiyah, Dahlan Rais menambahkan, usia Muhammadiyah sudah menginjak angka 107 tahun. Menurutnya, tidak banyak organisasi yang bisa bertahan sampai usia satu abad. Namun, Muhammadiyah mampu menunjukkan sebagai salah satu organisasi yang eksis di masyarakat dengan berbagai dinamika yang ada.

"Muhammadiyah harus terus berkhidmat untuk rakyat, terus berkemajuan," pintanya.

Sementara, penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang sudah berusia 107 tahun. Dia berharap hubungan pemerintah dengan Muhammadiyah agar senantiasa ditingkatkan.

Pemkab Kulonprogo juga berharap kepada kader muhammadiyah untuk ikut mensukseskan program pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan 2017 mendatang. Untuk itulah seluruh kader untuk menggunakan hak pilihnya untuk mendapatkan pemimpin yang baik.

"Milad menjadi momentum ajang memperkuat kejasama, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri," jelasnya.

Dalam milad ini, juga ditampilkan defile dari drumband pandu wreda, tonti beberapa sekolah, dan juga drumband dari sekolah Muhammadiyah, dan jua SSB HW. (dys/kkp/zik/sdn/sp/okz/sangpencerah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]