Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Perempuan
Michelle Obama Geser Hillary Clinton Sebagai 'Perempuan AS Paling Dikagumi'
2018-12-28 14:43:00

Sebelum ini, Michelle Obama menempati posisi dua di bawah Hillary Clinton hingga tiga kali.(Foto: Istimewa)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Mantan Ibu Negara AS, Michelle Obama, akhirnya mengakhiri dominasi Hillary Clinton selama 17 tahun sebagai perempuan AS yang paling dikagumi.

Dalam jajak tahunan oleh lembaga survei Gallup, Hillary Clinton - mantan menlu dan ibu negara, kandidat presiden - kini berada di urutan tiga.

Adapun pembaca acara talk show, Oprah Winfrey, berada di urutan dua, persis di bawah Michelle Obama.

Sementara Ratu Elizabeth II berada di urutan 10 besar, posisi yang sudah ditempatinya selama 50 kali, kata Gallup.

Di sisi tokoh pria, mantan Presiden Barack Obama merupakan sosok paling dikagumi selama 11 tahun berturut-turut. Sebaliknya, Presiden Donald Trump berada di posisi kedua selama empat tahun berturut-turut.

Jajak pendapat oleh Gallup ini telah dilakukan setiap tahun semenjak 1946, terkecuali tahun 1976.

Sebanyak 1.025 orang dewasa yang disurvei diminta menyebutkan nama perempuan dan lelaki yang paling mereka kagumi -di mana pun pilihan mereka tinggal.

Perempuan paling dikagumi :

Michelle Obama - 15%
Oprah Winfrey - 5%
Hillary Clinton - 4%
Melania Trump - 4%
Ratu Elizabeth II - 2%
Pria paling dikagumi
Barack Obama - 19%
Donald Trump - 13%
George W Bush - 2%
Paus Fransiskus - 2%
Bill Gates 1%

Hillary Clinton, mantan senator Partai Demokrat dan menteriu luar negeri, yang gagal dalam pemilihan presiden AS pada 2016, telah 22 kali berada di puncak sebagai perempuan terfavorit, dan di antaranya adalah selama 17 tahun terakhir, berturut-turut.

Ada pun Oprah Winfrey, tidak pernah mencapai posisi pertama, namundipilih di urutan kedua selama 14 kali.

Apabila pada tahun depan Obama terpilih lagi sebagai tokoh terfavorit, maka dia akan menyamai rekor mantan presiden Dwight Eisenhower yang memenangi gelar selama 12 kali, kata Gallup.

Sedangkan Donald Trump sejauh ini, merupakan satu dari hanya dua presiden yang saat menjabat tidak pernah memenangkan gelar itu, selain Gerald Ford.

Lembaga survei Gallup mengatakan survei, yang dilakukan antara 3-12 Desember, memiliki margin kesalahan sekitar empat persen, plus minus.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Perempuan
Bukan Sekedar Slogan, Kesetaraan Gender Harus Diwujudkan
Maphilinda Syahrial Oesman Terjun ke Politik untuk Memperjuangkan Nasib Kaum Perempuan
Partisipasi Politik Perempuan Perlu Ditingkatkan
Michelle Obama Geser Hillary Clinton Sebagai 'Perempuan AS Paling Dikagumi'
Kongres Muslimah Ke-2, Sri Mulyani: Ibu Merupakan Sekolah Utama
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Siap-siap, WhatsApp Ancam Pidanakan Penggunanya
Utang Pemerintah yang Besar akan Menyulitkan Negara Menalangi Utang Swasta Seperti Krisis 97/08
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan Mahal, Menhub: Itu Bukan Urusan Saya
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]