Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Mesir
Mesir Rusuh, 11 Orang Tewas
Monday 26 Jan 2015 06:40:00

Pasukan keamanan Mesir mengatakan jumlah orang yang ditembak dan dibunuh dalam demonstrasi bertambah menjadi 11 orang. Demonstrasi digelar di Kairo dan kota-kota lain, hari Minggu (25/01) untuk memperingati gerakan massal menggulingkan Presiden Hosni Mubarak pada 2011. Pengamanan ketat di ibu kota M
MESIR, Berita HUKUM - Pasukan keamanan Mesir mengatakan jumlah orang yang ditembak dan dibunuh dalam demonstrasi bertambah menjadi 11 orang. 134 demonstran ditangkap di Mesir.

Demonstrasi digelar di Kairo dan kota-kota lain, hari Minggu (25/1) untuk memperingati gerakan massal menggulingkan Presiden Hosni Mubarak pada 2011.

Pengamanan ketat di ibu kota Mesir dan juga kota-kota lain gagal mencegah bentrokan antara aparat keamanan dan pemrotes.

Bentrokan yang merenggut korban jiwa antara lain terjadi di Kairo dan Iskandariyah.

Di Kairo pusat, polisi melepaskan tembakan dan gas air mata untuk membubarkan ratusan orang yang berusaha berpawai menuju Lapangan Tahrir, jantung gerakan massal empat tahun lalu.

Polisi antihuru-hara didukung kendaraan lapis baja memblokir jalan-jalan strategis, termasuk jalan menuju Lapangan Tahrir.

Wartawan BBC di Kairo, Yolande Knell, melaporkan pihak berwenang sekarang membatalkan acara resmi peringatan. Namun sejumlah aktivis dan warga berhasil menggelar aksi di Kairo dan Iskandariyah.

Mereka meneriakkan yel-yel revolusi baru.

Dalam pidato yang direkam, Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi mengatakan diperlukan kesabaran untuk mewujudkan semua tujuan yang dicetuskan dalam pergolakan empat tahun lalu.

Namun sejumlah pihak menuduh presiden kembali menerapkan kekuasaan otoriter, antara lain dengan memberlakukan undang-undang pembatasan protes.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Mesir
 
Mesir Temukan 'Kota Emas yang Hilang' Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Paling Penting setelah Makam Tutankhamun
 
Terusan Suez Sudah Bisa Dilewati, Mesir Buka Penyelidikan terhadap Kapal Kontainer yang Kandas
 
Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional
 
Ustadz Hanan Attaki, Lc tentang Muhammad Mursi
 
Total 44 Tewas, 2 Gereja Dibom, Mesir Tetapkan Keadaan Darurat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]