Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Aisyiyah
Menteri Puan Maharani Buka Rakernas PP 'Aisyiyah di UNISA
2016-04-23 19:35:40

Menko PMK, Puan Maharani saat membuka Rakernas 'Aisyiyah yang diselenggarakan di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) Yogyakarta, Jum'at (22/4).(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 'Aisyiyah yang diselenggarakan di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Puan Maharani pada Jum'at (22/4).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong bersama Ketua Umum PP 'Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Dalam pidato pembukaan, Puan Maharani menyebut kehadirannya dalam pembukaan Rakernas 'Aisyiyah sebagai "kembali ke kampung halaman dan kembali menyambung silaturahmi". Puan mengatakan bahwa Soekarno dan Fatmawati memiliki hubungan erat dengan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di organisasi.

"Dari buku yang saya baca, dari cerita yang saya dapatkan terlalu erat hubungan keluarg Bung Karno dan Bu Fatmawati dengan Muhammadiyah. Insya Allah kehadiran saya di keluarga Muhammadiyah dan bukan hanya di sini tapi di tempat lain akan merekatkan kembali keluarga Bung Karno dengan Muhammadiyah," papar Puan.

Bahkan kini 'Aisyiyah sudah punya perguruan tinggi seperti UNISA. "Saya, atas nama pemerintah, menyampaikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh Aisyiyah dalam membangun kemajuan Indonesia," kata Puan yang dalam kesempatan itu mengenakan kebaya motif batik 'Aisyiyah yang sama dengan peserta rakernas 'Aisyiyah dan dipadu kerudung kuning.

Ketua umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam pidatonya mengatakan bahwa Soekarno memiliki hubungan erat dengan Muhammadiyah sejak usia remaja. Untuk itu, kehadiran keluarga Soekarno dalam perhelatan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah merupakan silaturahmi.

Kegiatan yang bertemakan "Meneguhkan Gerakan Dakwah Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan" ini merupakan langkah konsolidasi yang dilaksanakan paska muktamar seabad Aisyiyah di Makassar Agustus tahun 2015 lalu.

Siti Noordjannah Djohantini, dalam sambutannya menyatakan ucapan terima kasih kepa Puan Maharani yang telah bersedia hadir dan kembali menyambung silaturahim antara Muhammadiyah dan keluarga Bung Karno.

"Muhammadiyah memiliki sejarah yang cukup lekat dengan Bung Karno, tokoh Muhammadiyah yang memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa," Jelas Noordjannah.

"Kekuatan 'Aisyiyah sebagai organisasi terbesar yang juga memiliki sumber daya manusia yang terdidik dan kegiatan praktisnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas," tambahnya.

Sejak kelahirannya di tahun 1917, 'Aisyiyah telah berkontribusi makin luas daam membangaun kemandirian bangsa. 'Aisyiyah sebagai organisasi perempuan juga telah menunaikan misi dakwah pencerahan sesuai dakwah Muhammadiyah.

"Rakernas ini akan mampu merumuskan langkah-langkah kebijakan dan aksi sebagai wujud kontribusi universal terhadap bangsa," jelas Noordjannah.

"Tradisi 'Aisyiyah adalah tradisi bekerja atak kenal lelah dan tradisi tak kenal menyerah dalam membangun kemandirian bangsa," tutupnya.(mona/dzar/Mids/muhammadiyah/bh/sya)



 
Berita Terkait Aisyiyah
 
• FATMAWATI, Tokoh Aisyiyah dan Pahlawan Nasional
 
• Universitas Aisyiyah Yogyakarta Bangun Masjid Walidah Dahlan Setinggi 7 Lantai!
 
• Anies Baswedan: 93 Tahun Nasyiatul Aisyiyah Telah Memberikan Kemajuan Bagi Kehidupan Perempuan Indonesia
 
• Aisyiyah Teguhkan Layanan POSBAKUM Bagi Perempuan dan Anak
 
• Tidak Hanya Kuantitas, Aisyiyah Dapat Besar karena Didukung dengan Aktualisasi Gerakan Amaliah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]