Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Kemenkumham
Menkumham Kaji Moratorium Remisi Koruptor
Wednesday 14 Dec 2011 18:12:43

Menkumham Amir Syamsuddin harus kembali menjelaskan soal kebijakan pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bagi koruptor (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Setelah melalui masa rapat kerja dua kali pertemuan, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Amir Syamsuddin diberi waktu hingga masa persidangan DPR berikutnya untuk mengkaji ulang kebijakan pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat bagi koruptor.

Hal ini merupakan hasil kesepakatan dalam rapat kerja antara Komisi III dengan jajaran Kemenkumham di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/12). Sebanyak empat fraksi, yakni Golkar, PKS, PPP dan PDIP ngotot untuk mencabut moratorium itu. Sedangkan Fraksi Demokrat, PAN, Gerindra dan Hanura hanya meminta kebijakan itu direvisi, agar sesuai aturan hukum yang berlaku.

Dua opsi ini muncul, setelah para fraksi menyampaikan pandangan terhadap kebijakan pengetatan remisi tersebut. Sedangkan Fraksi PKB tidak menyampaikan pandangannya atas kebijakan pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bagi koruptor.

Dalam rapat kerja ini, Menkumham Amir Syamsuddin datang tanpa ditemani Wamekumham Denny Indrayana. Ketidakhadiran Denny tersebut, ternyata dapat meredakan ketegangan. Pasalnya, para anggota Komisi III DPR merasa pengetatan itu atas kehendak Denny Indrayana, sehingga sejumlah politisi yang terjerat kasus hukum urung bebas dan tak mendapatkan remisi.

Terkait dengan sikap tujuh fraksi di DPR yang mengusung hak interpelasi, akan menggelar rapat untuk menentukan kelanjutannya. Politisi FPG DPR Bambang Soesatyo mengklaim bahwa hak interpelasi sudah mencapai 104 anggota dan saat ini tengah diedarkan ke FPDIP dan menunggu selesainya Rakernas PDIP di Bandung.

"Terkait interpelasi, kita akan tetap jalankan. Sekarang sudah 104 tanda tangan. Nanti malam kami akan rapatkan. Kami akan sepakati apakah akan dimasukkan ke paripurna mendatang atau menunggu soal hasil kajian serta sikap Kemenkumham pada 8 Januari 2012 mendatang," jelas dia.(mic/rob)


 
Berita Terkait Kemenkumham
 
• Menkum HAM RI Dr. Andi Agtas Silaturahmi di Kota Palu, Hadir Advokat Rakyat Agus Salim
 
• Menkumham Yasonna Laoly Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan Lintas Budaya
 
• Indonesia dan Belanda Kerjasama Perangi Kejahatan Transnasional
 
• Ditjen Imigrasi Kemenkumham Perketat Sistem Penerbitan Paspor demi Cegah TPPO dan Calon PMI Non-prosedural
 
• Legislator Pertanyakan Penunjukan Dirut PT Krakatau Steel Jadi Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]