JAKARTA, Berita HUKUM - Agus Martowardojo, Menteri Keuangan memberi apresiasi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena berhasil menangkap oknum pegawai pajak nakal. Seperti diketahui, Selasa (9/4) sore, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan berhasil mengamankan pegawai pajak selaku penerima suap dan pengusaha selaku pemberi suap.
Agus Martowradojo usai diperiksa KPK, Rabu (10/4) menerangkan bahwa oknum-oknum seperti ini memang harus diberantas. Untuk itu, katanya, dirinya memberikan apresiasi pada KPK atas penangkapan itu. "Terkait pegawai pajak itu, saya menyampaikan apresiasi kepada KPK yang berhasil menangkap pegawai pajak yang tidak tertib, dan menerima uang suap itu," kata Agus.
Ia menyampaikan bahwa hubungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan KPK masih berjalan baik. Begitu juga KPK dengan Dirjen Pajak, Dirjen Bea Cukai. "Kemarin, kegiatan untuk bisa menangkap saudara PR itu adalah bukti, memang KPK efektif dalam menjalankan aktivitasnya," puji Agus yang saat ini namanya masih sering disebut-sebut dalam kasus proyek multiyear Hambalang ini.
"Yang ingin saya sampaikan lebih lanjut adalah, kita di Dirjen Pajak pun melakukan penangkapan di Semarang atas oknum yang melakukan tindakan dibawah, didukung disupervisi oleh KPK." Jadi, lebih jauh Agus menjelaskan, dirinya memohon pada KPK, agar oknum pegawai pajak yang nakal bisa ditindak.
Bahkan, kata Agus, dirinya sudah meminta langsung pada Dirjen pajak meindaklanjuti dari segi administratif. "Dan saya meminta Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan juga menindaklanjuti hal ini dan untuk melaporkan kepada KPK," terangnya.
"Yang lain yang coba-coba melakukan hal yang tidak terpuji ini. Nanti kita akan tetap kita tindak dengan tegas," pungkas Agus.
Seperti diketahui, kemarin penyidik KPK sukses membekuk oknum pegawai pajak yang diduga menerima suap dari seorang pengusaha pemilik merk otomotif AHRS.
Operasi tangkap tangan kp itu sukses dilakukan di Stasiun Gambir dan Depok, Jawa Barat. Keempat orang yang diamankan itu adalah PPNS Ditjen Pajak PR (Pargono Riyadi), pihak swasta Rukimin Tjahyanto kedua orang ini ditangkapk di Gambir.
Sementara Asep Hendro (AH) yang merupakan mantan pembalap nasional yang juga sukses sebagai pemilik merk AHRS (Asep Hendro Racing Sport). Asep ditangkap di kantornya di Depok. Sementara satu orang lagi, pada penangkapan keempat yang digelandang dini hari tadi belum diketahui identitasnya.(bhc/din) |