Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
MEA
Menghadapi MEA, Kampus TAU: Indonesia Career Movement 2015
Saturday 29 Nov 2014 20:58:33

Tampak Hendrik Karosekali, sedang bicara dengan mic dan kiri Presiden ICC, saat Menyampaikan alasan dibentuk indonesiacareercenter.com.(icc), di Univer. TAU, Sabtu (29/11).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Digagas 25 orang dari berbagai latar belakang seperti pengusaha, karyawan, guru, profesional, dan ibu rumah tangga, melalui organisasi nirlaba Indonesia Career Center, Kampus Tanri Abeng University mengadakan deklarasi bersama mengambil tema 'Indonesia Career Movement 2015 - Indonesia Membangun Karir Anak Bangsa'.

Deklarasi ini dilakukan sebagai awal komitmen bersama untuk membangun sinergi antar berbagai profesi dan antar generasi untuk menciptakan manusia Indonesia yang memiliki daya saing dalam memasuki pasar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Tanri Abeng University memandang penting adanya 'Human capital' Indonesia yang hebat, punya kemampaun Entrepreneurial dan leadership yang baik.

"Terutama dalam menyambut Asean Economic Community tahun depan, hal ini sesuai dengan tagline kami, Career Ready Profesionals," tukas Dr. TanriAbeng, MBA, Rektor Tanri Abeng Universiity (TAU), saat Seminar Deklarasi Bersama bertajuk 'Indonesia Career Movement 2015 - Indonesia Membangun Karir Anak Bangsa' di Kampus Tanri Abeng University (TAU), Jakarta, Sabtu (29/11).

Dalam kesempatan ini, Tanri juga memaparkan, beberapa hal yang menjadi kepedulian utama yang seharusnya menjadi dasar pemikiran strategis pembenahan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama dalam hal figur kepemimpinan dan daya saing nasional.

Sementara itu, seorang Guru BK SMAN 2 Hadi Siswanto, bersama dengan Indonesia Career siap turut membantu para siswa-siswi SMA/K nantinya, untuk menjadi profesional dibidangnya masing-masing dalam berkarya disuatu perusahaan berdasarkan talentanya.

"Saya Hadi Siswanto, bersama dengan Indonesia career, siap membantu para siswa SMA atau SMK yang segera lulus, dan juga anak-anak muda putus sekolah yang berpotensi lainnya untuk menang dalam pasar global melalui program bidik karir," ujarnya.

Senada akan hal itu, pemandu/ moderator acara oleh Okin Ringan Purba SE, MM, CSLP yang juga Dosen STMT Trisakti, Ahli Supply Chain Management/Konsultan, menerangkan manajemen SDM Indonesia yang menerapkan prinsip rantai ketersediaan penawaran dan permintaan yang holistic, akan menciptakan kualitas tenaga kerja yang lebih memiliki daya saing.

Kecenderungan untuk berjalan sendiri-sendiri dan terpisah karena arogansi institusi ataupun lembaga, baik dalam satu organisasi maupun antar organisasi berbeda pada dasarnya yang justru tidak akan memperkuat mentalitas masyarakat melainkan bisa melemahkan.

"Cara yang saat ini terjadi lebih menjelaskan iklim bersaing dikandang sendiri dan mengarahkan kepada motivasi mau menjadi raja-raja kecil di ladang masing-masing, yang menonjolkan kehebatan dan kekuatan pasukannya, namun jadi abai terhadap kekuatan sebuah kesatuan," jelas Okini.

Melalui diskusi terbuka dan deklarasi ini, lanjutnya, Indonesia career dan TAU secara bersama-sama akan melaksanakan kerjasama strategis mengembangkan karir Indonesia melalui program-program efektif yang langsung ditujukan kepada masyarakat usia kerja. Program kolaborasi itu sendiri akan terbuka dalam kerjasama dengan berbagai media massa, serta berbagai perusahaan dan institusi lainnya.

Irham Dilmy selaku Country Manager International Executive Search Pedersen & Partner yang sebagai narasumber dalam acara ini, menjelaskan yang mana seogyanya perusahaan lebih butuh orang, dari pada orang membutuhkan perusahaan, perusahaan perlu orang yang kompeten, karena akibat persaingan yang banyak, kini memerlukan keunggulan, memiliki talenta merupakan suatu keunggulan yang kompetitif.

"orang-orang yang bertalenta membuat perbedaan yang sangat besar, sementara profesional yang unggul masih langka, karena Profesional punya mobilitas tinggi, dan harus memiliki pemikiran jangka pendek," terang Ilhim.(bhc/bar)


 
Berita Terkait MEA
 
TKI Tidak Siap MEA akan Jadi Bencana Ekonomi Indonesia
 
Crowdfunding Onsystem Lahir Karena Tantangan Menghadapi MEA
 
Hadapi MEA 2016, Institut STIAMI Tekankan Karakter dan Bahasa
 
Hadapi MEA, Gerindra Desak Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Pekerja
 
Pemerintah Kurang Sosialisasikan MEA
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]