Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Pencemaran Nama Baik
Mendikbud Sarankan Sekolah Gugat Penyelenggara Pesta Bikini
Saturday 25 Apr 2015 17:17:13

Ilustrasi. Flyer Iklan Acara Pesta Bikini yang beredar.(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menyarankan agar semua sekolah yang dicatut ikut dalam pesta bikini anak SMA mengajukan gugatan pencemaran nama baik.

Hal ini ia sampaikan usai menjadi keynote speaker pada acara Seminar Nasional Memperingati Dies Natalis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ke 51 di Fakultas Teknik UNY, Sabtu (25/4).

"Sekolah yang disebut ikut serta dalam pesta tersebut pasti merasa dirugikan dan dicemarkan nama baiknya. Jadi sekolah harus laporkan gugatan," katanya.

Selain itu Anies meminta agar identitas penyelenggara event tersebut dibeberkan saja ke publik dengan jelas. Hal ini perlu dilakukan untuk memberi efek jera. Juga sebagai buah timbal balik dari perbuatannya yang telah merusak moral bangsa.

"Kami kumpulkan uang untuk membangun pendidikan bangsa. Mereka kumpulkan uang untuk merusaknya. Saya rasa orang-orang semacam itulah yang menjadi sumber permasalahan republik ini," papar Anis.

Ia menganggap kegiatan tersebut sebagai bentuk perbuatan tercela yang memalukan. Menurutnya orang-orang yang senang beraktivitas di area remang-remang takut dengan cahaya. Oleh itu diperlukan cahaya kejelasan, siapa yang menyelenggarakan acara pesta tak beretika tersebut.

"Tolong teman-teman cari siapa mereka. Pampang namanya dan tunjukan fotonya," tambah Anis pada awak media.(ROL/bh/sya)


 
Berita Terkait Pencemaran Nama Baik
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
 
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
 
Diduga Lalai, Pengusaha Muda Laporkan sebuah Bank Pemerintah ke Polisi
 
Kasus Denny Siregar, Kapolda Jabar: Saya Baru Dengar dari Wartawan
 
Ustadz Maheer Ditangkap, Tengku Zulkarnain Tanya Soal Penghina Habib Rizieq
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]