Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Donald Trump
Melarang Trump ke Inggris Berisiko Dia Jadi 'Martir'
Wednesday 20 Jan 2016 13:20:17

Jajak pendapat sejauh ini menempatkan Donald Trump unggul di kalangan calon presiden dari Partai Republik.(Foto: Istimewa)
INGGRIS, Berita HUKUM - Melarang Donald Trump masuk ke Inggris Raya akan membawa risiko dia menjadi seorang 'martir' menurut seorang anggota parlemen dari Partai Buruh. Pandangan itu diungkapkan Paul Flynn dalam debat pendapat di Majelis Rendah parlemen Inggris, Senin 18 Januari malam, untuk melarang Donald Trump memasuki Inggris Raya.

Bagaimanapun Flynn menegaskan seruan untuk melarang umat Muslim memasuki Amerika Serikat yang disampaikan bakal calon presiden AS itu 'amat berbahaya' dan mencap pengusaha besar tersebut sebagai 'impulsif' dan 'tidak mendapat informasi yang benar'.

Anggota parlemen Inggris membahas larangan masuk ke Inggris untuk Donald Trump setelah sebuah petisi mencapai 574.000 penandatangan, melewati batas minimal 100.000 untuk harus dibahas.

Trump, yang berupaya menjadi calon presiden dari Partai Republik, saat ini memimpin dalam jajak pendapat di kalangan calon Partai Republik.

Dia menyarankan larangan sementara umat Islam masuk ke AS untuk menanggapi pembunuhan atas 14 orang di San Bernardino, California, Desember lalu, yang dilakukan pasangan suami istri Muslim, Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik.
Walau dikritik oleh berbagai pihak, Trump tidak bersedia menarik komentarnya dan bahkan menambahkan sebagian wilayah di London dan bagian lain di Inggris sudah amat radikal sehingga polisi tidak berani ke sana.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Donald Trump
 
• Donald Trump Bebas dalam Sidang Pemakzulan di Senat, Lalu Apa Kelanjutannya?
 
• Hadapi Pemakzulan karena 'Menyalahgunakan Wewenang', Presiden Trump: 'Lakukan Sekarang'
 
• 16 negara bagian AS gugat Presiden Trump terkait Pembangunan Tembok Perbatasan
 
• Donald Trump Mencatatkan Pembayaran terhadap Bintang Film Porno Stormy Daniels
 
• Donald Trump Mengakui Bayar 'Uang Tutup Mulut' untuk Bintang Film Porno
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]