Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Tsunami
Masyarakat Aceh Padangpanjang Peringati Sembilan Tahun Tsunami
Sunday 29 Dec 2013 12:56:07

Memperingati 9 tahun tsunami 2004, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh (IPMA) Padangpanjang menggelar doa bersama dan Pagelaran Seni Budaya Aceh bertajuk “Saweu Gampong” (Pulang Kampung), Kamis, (26/12) malam, di Gedung M. Syafe’i Kota Padangpanjang, Sumatera Barat.(Foto: Istimewa)
PADANGPANJANG, Berita HUKUM - Memperingati 9 tahun tsunami 2004, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh (IPMA) Padangpanjang menggelar doa bersama dan Pagelaran Seni Budaya Aceh bertajuk “Saweu Gampong” (Pulang Kampung), Kamis (26/12) malam, di Gedung M. Syafe’i Kota Padangpanjang, Sumatera Barat. Sekitar 300-an warga Aceh dari berbagai kota di Sumatera Barat ikut meramaikan acara itu.

Tampak juga di tengah acara Penasihat IPMA, Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., yang sedang menyelesaikan studi doktornya di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, didampingi pembina IPMA Muhammad Subhan yang juga Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Walikota Padangpanjang Hendri Arnis diwakili Asisten Ahli Bidang Kebudayaan dan Pariwisata menyampaikan kagumnya atas penampilan kesenian-kesenian Aceh yang dibawakan mahasiswa asal Aceh malam itu.

“Pemerintah Kota Padangpanjang sangat mendukung kegiatan ini. Ini tentu menjadi bagian silaturahim antara masyarakat Padangpanjang dengan masyarakat asal Aceh,” kata Walikota.

Walikota juga menyatakan siap membantu program-program IPMA Padangpanjang dalam memajukan kesenian. IPMA juga dapat berpartisipasi dalam kegiaatan-kegiatan kebudayaan di Padangpanjang, salah satunya Festival Serambi Mekah yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Padangpanjang.

Penasihat IPMA Padangpanjang Sulaiman Juned pada kesempatan itu mengatakan, peringatan tsunami dan doa bersama tersebut juga dalam rangka ucapan terima kasih masyarakat Aceh kepada dunia (tanks to the world) atas bantuan yang diberikan kepada Aceh pascatsunami 2004 silam yang telah merenggut ratusan ribu nyawa.

“Termasuk bantuan dari masyarakat dan pemerintah Kota Padangpanjang yang dikirim ke Aceh, baik tenaga relawan, logistik dan berbagai bantuan lainnya,” ujar Sulaiman Juned yang juga membacakan puisinya tentang Aceh.

Ketua IPMA Padangpanjang Ansar Salihin mengatakan, IPMA merupakan perkumpulan mahasiswa dan pelajar Aceh di Padangpanjang yang berdiri pada tahun 1997. IPMA bertujuan menampung aspirasi dan silaturahim mahasiswa dan pelajar Aceh yang ada di Padangpanjang.

“Semoga program dan kegiatan IPMA untuk masa yang akan datang dapat berjalan dengan baik. Program-programnya diharapkan dapat bermanfaat untuk anggota dan masyarakat Padangpanjang,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan 9 Tahun Tsunami, Purwanto menambahkan, kesenian Aceh yang ditampilkan malam itu, di antaranya Tari Ranup Lampuan, Rapa’i Geleng, Tari Likok Pulo, Rapa’i, Didong, Tari Saman, disusul Pertunjukan Tari Guel. Selain itu ada Musikalisasi Puisi Kopi dan ditutup dengan pertunjukan pamungkas kolaborasi Orkes Keroncong Lapaloma, Rapa’i, Didong dan Baca Puisi.

“Yang tak kalah menarik, penonton disuguhkan penampilan Poh Cakra atau Hikayat yang dipaparkan Teuku Afifuddin yang sekaligus sebagai pembawa acara dan tukang buat kopi Aceh,” tambahnya.(rls/REL/fam/nur/bhc/sya)


 
Berita Terkait Tsunami
 
• Kerugian Material Akibat Tsunami di Kawasan Tanjung Lesung Berkisar Rp150 Milliar
 
• Tim SAR Gabungan Terus Menemukan Korban Tsunami Selat Sunda, 373 Meninggal Dunia dan 128 Hilang
 
• Evakuasi Korban Tsunami Terus Dilanjutkan: 281 Meninggal, 1.016 Luka-Luka Dan 57 Hilang
 
• Tim Evakuasi TNI Sudah Diterjunkan di Lokasi Tsunami Selat Sunda
 
• Ikut Berduka, Sandiaga Uno Terjunkan Tim Bantuan ke Lokasi Terdampak Tsunami
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]