Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
OTT KPK
Master Mind Amplop 'Cap Jempol' Berisi Duit di OTT KPK Itu Diduga Seorang Menteri
2019-04-04 14:23:07

Ilustrasi. Penyidik didamping Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, menunjukkan barang bukti uang hasil OTT dan kardus berisi uang untuk serangan fajar yang menjerat anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Kamis (28/3/2019).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebanyak 400 ribu amplop "cap jempol" berisi uang pecahan Rp.20 ribu dan Rp.50 ribu senilai total sekitar Rp. 8 milyar yang di OTT KPK pada kasus Bowo Sidik Pangarso (BSP) dari fraksi partai Golkar diduga Master Mind nya adalah seorang Menteri dan diduga kuat untuk rencana kepentingan serangan fajar pasangan Joko Widodo - Maruf Amin di Dapil 2 Jateng, dimana dalam hal ini partai Golkar adalah partai pendukung Capres/ Cawapres no urut 01, demikian kemuka Arief Poyuono sebagai Waketum partai Gerindra memberikan komentar terkait kasus tersebut.

"Sangat engak mungkin untuk kepentingan Caleg Golkar yaitu Bowo Pangarso di Dapil Jateng 2, sebab Bowo Pangarso itu ada diurutan nomor 2 sebagai caleg Golkar di Dapil 2 Jateng," ungkap Arief Poyuono, yang juga sebagai juru bicara BPN Pasangan no urut 02 Prabowo-Sandi, Kamis (4/4).

Soalnya, menurut Arief bahwa caleg DPR RI Partai Golkar pasti mempunyai tugas untuk memenangkan 01 'Cap Jempol' sebagai lambang pasangan 'Joko Widodo - Maruf Amin.

"Nah...sambil sosialisasi, tentu saja Bowo Pangarso sambil nantinya bagi-bagi amplop cap jembol kepada masyarakat di Dapil Jateng 2," Imbuhnya kembali.

Maka itulah, ungkap Poyuono bahwa menjadi sudah jelas dan fakta kalau amplop cap jembol berisikan pecahan 50 ribuan itu mempunyai dua (2) fungsi; "Satu untuk mendulang suara Joko Widodo Maruf Amin dan cara Bowo Pangarso dapat suara di Dapil Jateng 2, apalagi Bowo Pangarso itu anggota DPR RI dari Jateng juga."

"Yang pasti lagi Bowo Pangarso melakukan pengerukan uang BUMN bukan inisiative sendiri atau tidak ada perintah. Pasti ada 'master mind' nya dari Menteri untuk cari dana serangan fajar dari BUMN," tegas Arief Poyuono.

Selanjutnya, lanjut Arief menambahkan bahwa kedepan harapannya KPK harus menyelidiki hingga tuntas sampai dengan otak utama yang menyiapkan amplop-amplop cap jempol lambangnya paslon Capres Cawapres no urut 01 itu.

"Dan kami informasikan pada masyarakat kalau ada amplop "cap jempol" berisi duit ambil aja, tapi jangan pilih nomor 01. Karena amplop "cap jempol" bernilai 50 ribu itu akan membawa sengsara hingga 5 tahun," pungkas Arief Poyuono.(bh/mnd)


 
Berita Terkait OTT KPK
 
KPK Tangkap Anggota PDIP Nyoman Dhamantra, 'Kado Istimewa' Saat Kongres PDIP
 
KPK Geledah Lima Tempat Terkait Suap Gubernur Kepri
 
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
 
Gubernur Kepulauan Riau Bersama Rombongan Kena OTT KPK
 
KPK Menangkap Hakim, Panitera, Pengacara dan Swasta dalam OTT di Balikpapan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Harapan SBY Kepada Jokowi: Kekuasaan Itu Bukan untuk Menakut-nakuti Rakyat!
Volume Sampah Saat Lebaran di DKI Jakarta Capai 2.195 Ton
Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Tak Kantongi Izin Kemenkumham
Jelang Penerapan 'New Normal', Pemerintah Perketat PSBB di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota
Amien Rais Sebut New Normal Itu Pengelabuan dan Menyesatkan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Mulai Diadili dalam Kasus Dugaan Korupsi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Hadiri Rapat Panja Omnibus Law Cipta Kerja, Fraksi PKS Nyatakan Oposisi
Muhammadiyah Menolak Berdamai dengan Covid-19
Netty Prasetiyani: 'Indonesia Terserah' Muncul karena Pemerintah Plin-Plan Soal PSBB
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]