Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kejahatan Seksual terhadap Anak
Mantan Uskup Agung Katolik Ditahan karena Kasus Pelecehan anak
2018-08-15 06:52:18

Philip Wilson divonis bersalah menutup-nutupi insiden pelecehan seksual anak.(Foto: Istimewa)
AUSTRALIA, Berita HUKUM - Seorang mantan Uskup Agung akan menjalani tahanan rumah selama 12 bulan setelah divonis bersalah menutup-nutupi insiden pelecehan anak.

Putusan Pengadilan New South Wales, Australia, itu menyebabkan Philip Wilson luput dari hukuman penjara.

Meski demikian, vonis itu tetap menggarisbawahi fakta Wilson merupakan pejabat Gereja Katolik paling senior yang pernah diputus bersalah menutup-nutupi pelecehan seksual anak.

Wilson sendiri memilih mengundurkan diri sebagai Uskup Agung Adelaide setelah vonis dijatuhkan.

Dia akan segera ditempatkan di rumah seorang kerabatnya, dengan memakai perangkat pelacak sehingga aparat bisa terus memantau keberadaannya.

Pengacara Wilson mengatakan bakal mengajukan banding pada Selasa (14/8).

Selama masa sidang, Wilson membantah bahwa dirinya mengetahui pastor James Patrick Fletcher telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah putra altar pada era 1970-an.

Akan tetapi, hakim memutuskan pada Mei lalu bahwa sejatinya Wilson telah diberitahu mengenai rangkaian insiden itu oleh para korban. Namun, Wilson mengabaikannya.

Hakim mengatakan Wilson memilih bungkam demi melindungi reputasi gereja.

Adapun Fletcher telah didakwa dengan sembilan kasus pelecehan seksual anak pada 2004. Dua tahun kemudian dia meninggal di penjara.

'Tiada penyesalan'

Berdasarkan dokumen pengadilan, Hakim Robert Stone mengatakan Wilson "tidak menunjukkan penyesalan" selama masa sidang.

Wilson juga tetap bungkam ketika dia dihampiri salah seorang korban Fletcher, Peter Gogarty.

Yang terjadi, salah seorang pendukung Wilson mendekati Gogarty dan berkata, "Saya tidak punya waktu untuk sampah sepertimu, bung."

Belakangan, Gogarty menyampaikan kepada wartawan, "Seorang perwakilan Gereja Katolik menyebut saya sampah."

"Uskup Agung tidak punya sepatah kata pun untuk seorang seperti saya semisal, 'maafkan atas penderitaanmu'."(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Kejahatan Seksual terhadap Anak
 
Cyber Crime PMJ Presentasi Pengungkapan Kejahatan Pornografi Anak Online di 36th Meeting Of The Interpol
 
Pastor-Pastor di Jerman Lecehkan 'Ribuan Anak' Selama Puluhan Tahun
 
Komnas Perlindungan Anak Mendesak Polres Lampung Utara Menangkap Pelaku Sodomi
 
Mantan Uskup Agung Katolik Ditahan karena Kasus Pelecehan anak
 
Mantan Diplomat Vatikan Ditahan dalam Kasus Dugaan 'Pornografi Anak'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral Bilang Wajar Nonton Video Porno, Psikolog: Ucapan Ganjar Gak Pantas !
Eksepsi: Tidak Ada Kerugian Negara dalam Kasus Kondensat BP MIGAS - PT TPPI
Tekapar 127 Poin, Rupiah Menjadi Mata Uang Paling Lemah di Asia
Haris Azhar Sebut Omnibus Law Cilaka RUU Haram
Survei Median: Massa 212 Lebih Pilih Anies Ketimbang Prabowo
Sekjen DPR Pastikan Tak Ada Kebakaran di Gedung Nusantara III
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Menkopolhukam Mahfud: Langkah TNI AU Memaksa Mendarat Pesawat Udara Asing Sudah Tepat dan Sesuai Aturan
Aksi 212, Sobri Lubis: Sesuai Hukum Islam, Potong Tangan Koruptor di Bawah 1 Miliar, Diatasnya Potong Leher Saja
Polisi: Artis Sinetron Aulia Farhan Ngaku Sudah 6 Bulan Gunakan Sabu dan Pelaku DK Masih Didalami
Uighur China: Ditahan karena Memelihara Janggut, Berjilbab, dan Menjelajah Internet
Polda Metro Jaya Musnahkan Barbuk Hasil Pengungkapan Kasus Narkoba Senilai Total 1,5 Triliun
Mahfud MD Anggap Keliru Sudah Biasa dalam Susun Rancangan UU, PKS: Bahaya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]