Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus BANSOS
Mantan Sekda Bandung Diperiksa KPK
Monday 10 Jun 2013 22:22:26

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Bandung, Edi Siswandi usai diperiksa KPK.(Foto: metrotvnews.com)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Bandung, Edi Siswandi kembali diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, Edi diperiksa untuk empat tersangka dalam kasus ini, yaitu Setyabudi Tejocahyono, Herry Nurhayat, Asep Triana dan Toto Hutagalung.

"Untuk empat tersangka," kata Priharsa melalui pesan singkatnya, Senin (10/6).

Edi terpantau sudah memenuhi panggilan KPK. Ia sudah berkali-kali diperiksa KPK. Pada pemeriksaan sebelumnya, Edi ditanya soal saweran dana suap untuk Setyabudi.

Sebelumnya, KPK mengakui bahwa uang yang digunakan untuk menyuap hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Setyabudi Tejocahyono, didapat dari hasil saweran Kepala Dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat.

"Sebagian dana memang saweran," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Sabtu (11/5).

Menurut dia, tidak hanya dari hasil patungan, uang suap terkait Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bandung juga diperoleh dari pihak ketiga. Namun disebutkan bahwa dana yang bersumber pada pihak ketiga itu merupakan pinjaman.

"Katanya meminjam, kami sedang selidiki apakah meminjam atau bagian dari kontraprestasi atas sesuatu yang dikerjakan. Sedang kami klarifikasi," kata Bambang, seperti dikutip beritasatu.com.

Namun ia menolak menjelaskan pihak ketiga yang dimaksud apakah dari pihak swasta dalam hal ini pengusaha atau pribadi. Sumber lainnya, lanjut Bambang, belum bisa diungkap kepada publik. "Satunya sensitif," katanya lagi.

Sebelumnya, Asisten II Sekretaris Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Ubad Bachtiar mengakui, adanya patungan uang dari para kepala dinas Pemkot Bandung untuk menyuap Hakim Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono.

Hal itu dikatakan olehnya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait dana bansos Pemkot Bandung untuk tersangka Setyabudi.

"Ada informasi, ada isu bahwa SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) ikut membantu, ikut menyumbang, tetapi saya secara pribadi tidak ada itu," kata Ubad di kantor KPK, Rabu (8/5).

Ia menolak menyebutkan kepala dinas mana saja yang ikut memberikan uang untuk menyuap Setyabudi terkait kasus Bansos.

"Enggak tahu saya. Saya enggak ngurusin orang lain," kata Ubad.

Ihwal siapa yang memberi instruksi untuk mengumpulkan uang dari setiap Kepala Dinas, Ubad mengaku, bahwa perintah itu tidak ada.(brs/bhc/opn)


 
Berita Terkait Kasus BANSOS
 
• Terpidana Prof Dr Sutedja: Anggota DPRD dan Paturahman As'ad Minta 30 Persen
 
• Divonis 6,6 Tahun Penjara, Prof Setedja Sebut Uang Korupsi Dibagi-bagi ke Pejabat dan Dewan
 
• Korupsi Dana Bansos Rp18 Milyar, Prof Dr Thomas Susadya Divonis 6,6 Tahun Penjara
 
• Mashudi Terdakwa Kasus Bansos PKBM Divonis 18 Bulan Penjara
 
• Mashudi Terdakwa Kasus Bansos PKBM Dituntut 2 Tahun Penjara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]