Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Afrika
Mantan Presiden Afrika Selatan Derita Infeksi Paru
Tuesday 18 Dec 2012 09:52:11

Mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.(Foto: Ist)
AFRIKA SELATAN, Berita HUKUM - Pemerintah Afrika Selatan mengatakan mantan Presiden Nelson Mandela mengalami infeksi paru yang kambuh namun menunjukkan perbaikan.

Informasi yang dikeluarkan pada Selasa, 11 Desember ini merupakan informasi konkrit pertama yang diumumkan terkait kondisi kesehatan mantan pemimpin antiapartheid itu.

"Para dokter telah merampungkan berbagai pemeriksaan, dan hasil pemeriksaan menunjukkan infeksi paru kambuh dan kondisnya membaik sejalan dengan perawatan," menurut pernyataan kantor presiden Afrika Selatan.

Mandela (94), menjalani perawatan di sebuah rumah sakit militer dekat Pretoria sejak Sabtu (8/12).

Pengumuman pemerintah ini mengakhiri spekulasi yang berkembang tentang kondisi kesehatan Nelson Mandela.

Sebelumnya para pejabat pemerintah menolak menjelaskan mengapa mantan Presiden yang sangat dihormati itu harus dirawat di rumah sakit selama beberapa tahun terakhir.

Keceriaan meredup

Berita tentang kesehatan Mandela menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan di Afrika Selatan.

Istri Mandela, Graca Machel, mengatakan semangat dan keceriaan Mandela meredup.

"Maksud saya, semangat dan keceriaannya mulai meredup," kata Machel kepada televisi Afrika Selatan.

Machel menambahkan dia merasa sedih melihat suaminya menua.

Sebelum jatuh sakit kali ini, Nelson Mandela juga dirawat di rumah sakit karena infeksi paru pada Januari 2011.

Pada Februari tahun ini Mandela dirawat karena sakit perut.(bbc/bhc/opn)


 
Berita Terkait Afrika
 
• Pembersihan Etnik Muslim' di Republik Afrika Tengah Gagal Dicegah
 
• Pemberontak Kuasai Ibukota, Presiden Francois Bozize Kabur
 
• Afrika Luncurkan Smartphone dan Tablet Buatan Pertamanya
 
• Mantan Presiden Afrika Selatan Derita Infeksi Paru
 
• Uni Afrika Enggan Akui Pemerintahan Transisi Libya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]