Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Merpati
Mantan Dir Merpati Membantah Dimintai Uang dari Anggota DPR RI
Monday 26 Nov 2012 16:23:02

Mantan Dir Merpati Nusantara Air Line, Sardjono Jhony saat ditanyai para wartawan ketika keluar dari gedung DPR RI, Senin (26/11).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah diperiksa selama kurang lebih 2 Jam, mantan Dir Utama Merpati Nusantara Sardjono Jhony akhirnya keluar dari ruang rapat pemeriksaan BK DPR di gedung Paripurna II DPR RI Senayan Jakarta.

Sardjono yang datang sendiri mengahadapi pemeriksaan terkait laporan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menyebutkan bahwa ada upaya pemerasan dari oknum anggota DPR RI di kementeriaan BUMN. Sardjono mengungkapkan bahwa dia diperkisa dan ditanyai tentang banyak hal terkait pemerasan itu. Namun Sardjono membantah bahwa dia tidak pernah di peras dan tidak pernah menjanjikan serta memberi apa pun terhadap anggota DPR di masa kepemimpinannya saat itu.

Sudah saya sampaikan semua, terserah BK tinggal di konfrontir saya siap, mengenai Dir yang baru tentang adanya aliran dana ke anggota DPR?, Sardjono menjawab, "tinggal ditanyakan kembali ke dia, uangya darimana biar dia yang menjelaskan, karena saya tidak merasa ada memberikan sesuatu. "Mengenai motif silahkan ditanya yang bersangkutan," ujar mantan Dir Utama Merpati ini.

Mengenai laporan saya ke Polda, sudah sampai pada pemanggilan saksi-saksi, bila di konfrontir bagus, bila nanti dimintai keterangan tambahan saya siap, namun yang pasti saya sampaikan 2 rekomendasi ke BK:

1. Saya minta agar BK merekomendasikan ke DPR agar meminta ke BPK melakukan audit secara menyeluruh baik itu operasional, kinerja keuangan, dan juga dengan kepatuhan CJG.

2. Saya merekomendasikan agar data-data yang di koleg agar lancar, supaya perusahaan di non aktifkan dan di urus sementara dengan komisaris. Memang kita mau membuka data, fakta-fakta yang ada supaya mereka yang di Merpati saat ini berani untuk menyampaikan kebenaran.

Masih banyak data-data, namun tidak bisa diambil karena kita saat ini orang luar, bila kedepan saya masih diperlukan keterangan oleh BK maka saya siap untuk hadir kembali ke BK DPR RI ini.(bhc/put)


 
Berita Terkait Merpati
 
• Salah Kelola, Merpati Rugikan Keuangan Negara
 
• Komisi III Pertanyakan Kelanjutan Kasus Merpati
 
• Merpati Harus Tetap Dipertahankan
 
• Pengamat: Jika Merpati Tutup, Kerugian Akan Lebih Besar
 
• Pesawat Merpati Patah Jadi Dua Bagian
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]