Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Kasus Mobil Damkar
Mantan Bupati Tebo Dituntut 1,6 Tahun Penjara
Monday 04 Mar 2013 13:53:08

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi.(Foto: Ist)
JAMBI, Berita HUKUM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi Romy Harizyanto menuntut bersalah, Madjid Mu’az, mantan Bupati Tebo yang tersandung kasus korupsi pengadaan dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Tebo. Jaksa meminta agar Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jambi yang dipimpin Hakim Ketua Nelson Sitanggang menjatuhkan terdakwa dengan hukuman penjara 1,6 tahun penjara.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa tidak terbukti dalam dakwaan primair, namun terbukti melanggar dakwaan subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romy Harizyanto SH, menuntut terdakwa dengan pidana satu tahun enam bulan, denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara dan meminta agar terdakwa segera ditahan, akibat perbuatan terdakwa, negara telah dirugikan sebesar Rp. 945.621.360

Setelah mendengarkan pembacaan Jaksa Penuntut Umum, Amin Ibrahim salah seorang Penasehat Hukum terdakwa mengatakan akan mengajukan Pledoi (Pembelaan), “Kami minta waktu satu minggu untuk menyiapkan nota pembelaan,” katanya.(yus/kjs/bhc/rby)


 
Berita Terkait Kasus Mobil Damkar
 
Mantan Bupati Tebo Dituntut 1,6 Tahun Penjara
 
Kasus Damkar Parepare Rugikan Keuangan Negara Rp 270 Juta
 
Mantan Mendagri Jalani Sidang Perdana Korupsi Damkar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]