Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Penegakan Hukum
Mahfud MD: Penegakan Hukum, Kunci Utama Penyelesaian Masalah Pluralisme
Saturday 15 Dec 2012 20:20:05

Mahfud MD.(Foto: BeritaHUKUM.com/zul)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kunci utama penyelesaian dari persoalan implementasi dari kebebasan beragama dan pluralisme adalah penegakkan hukum yang tegas. Hal ini disampaikan oleh Ketua MK Moh. Mahfud MD ketika menjadi keynote speech dalam acara peluncuran dan bedah buku “Wajah Toleransi NU” yang diadakan oleh RMBooks pada Jumat (14/12) di Aula MK.

“Pada tanggal 25 November lalu, saya menjadi keynote speech di Canberra dan berbicara mengenai Pluralism versus Tolerance. Dan, pertanyaan yang datang mengenai munculnya gejala intoleransi di Indonesia,” ujarnya.

Ada beberapa kelompok di Australia, lanjut Mahfud, yang menilai telah terjadi intoleransi dan diskriminasi terhadap kaum minoritas di Indonesia. Mahfud menjelaskan bahwa secara konseptual paradigmatik, Indonesia menganut pluralisme yang kuat dan sudah diuji.

“Kalau menunjuk kasus Bogor, Sampang, dan lainnya, itu bukan tataran konseptual, Itu tataran implementasi. Saya bilang jangan disamaratakan dan dikatakan kalau ada perusakan pluralisme di Indonesia. Jika hanya melihat kasus di daerah tersebut dengan membandingkan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa, hal itu tidak bisa dinilai sebagai perusakan pluralisme di Indonesia . Penyelesaian yang tepat untuk persoalan implementasi kuncinya adalah penegakan hukum yang tegas,” urainya.

Dalam acara bedah buku karya Gustiana Isya Marjani, ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua MK Achmad Sodiki, Hakim Konstitusi Muhammad Alim dan Anwar Usman serta Wakil Menteri Agama RI Nazaruddin Umar.(llu/mk/bhc/opn)


 
Berita Terkait Penegakan Hukum
 
• Dua Tahun Kinerja Jokowi-Maruf, PKS: Ketidakpuasan Publik dalam Penegakan Hukum Meningkat
 
• Penegakan Hukum Era Jokowi Dinilai Gagal
 
• Dr Jan Maringka: Penegakan Hukum Tidak Sama dengan Industri
 
• Implementasi Ilmu Forensik dalam Proses Penegakan Hukum
 
• Penegakan Hukum dan Pengawasan Sektor Lingkungan Belum Efektif
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]