Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 

Mabok dan Mengumpat, Galliano Divonis Bersalah
Friday 09 Sep 2011 18:48:01

John Galliano (Foto: Fashion Wikia)
PARIS (BeritaHUKUM.com) – Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah nasih yang menimpa designer terkemuka John Galliano. Selain dipecat dari pekerjaannya di rumah mode Christian Dior, Paris, ternyata ia masih harus menjalani hukuman penjara selama enam bulan dan membayar denda 20 ribu euro (setara dengan 241 juta).

Namun, majelis hakim yang beranggotakan tiga hakim itu, sepakat hanya menghukum ringan designer Galliano. Ia hanya diwajibkan membayar denda percobaan sebesar 6 ribu euro (sekitar 72,3 juta). Tapi hukuman itu akan masuk dalam catatan buruk pelanggaran yang dilakukan Galliano. Kemungkinan besar, ia akan sulit mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahliannya akibat perilaku buruknya tersebut.

Seperti dilansir Associated Press, kasus ini bermula dari gaya hidupnya yang tak patut dicontoh, yakni minum hingga mabok di sebuah lounge ternama. Saat mabuk, ia mengeluarkan umpatan yang berbau penghinaan berdasarkan SARA di muka publik. Ia pun langsung ditangkap dan diajukan ke pengadilan.

Dalam persidang, hakim ketua Anne-Marie Sauteraud menyatakanya terbukti bersalah. Tapi dalam persidangan, Galliano telah mengaku bersalah dan meminta maaf, baik kepada pengadilan maupun dua korbannya.

Di hadapan majelis hakim, Galliano mengaku tidak ingat akan peristiwa tersebut, karena berada dalam penagruh alkohol, barbituates dan obat tidur. Meski begitu, ia menyesal dan minta maaf atas masalah yang ditimbulkannya.

Meski Galliano tidak harus membayar denda yang dijatuhkan kepadanya namun desainer itu diperintahkan membayar biaya pengadilan sebesar 16.500 euro (setara dengan Rp 198,8 juta). Pengadilan juga memerintahkannya untuk membayar denda simbolis sebesar 1 euro (sekitar Rp 12 ribu).(mic/sya)


 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]