Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
PilGub Jabar
MPBI: Desak Megawati Calonkan Tokoh Buruh Dampingi Rieke


Rieke Diah Pitaloka dan Obon Tobroni ( Foto : Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Elemen Buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) mendesak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati untuk mencalonkan perwakilannya mendampingi Rieke Diah Pitaloka pada Pilgub Jawa Barat periode 2013-2018.

MPBI yang terdiri dari tiga Konfederasi Serikat Buruh terbesar di Indonesia (KSPSI, KSPI, dan KSBSI) dan tujuh Federasi Serikat Pekerja mulai melirik percaturan politik praktis di Pilgub Jabar. Selain pihaknya mendukung Rieke untuk maju menjadi nomor satu, MPBI juga menginginkan salah satu perwakilannya untuk mendampingi Rieke menjadi Wagub Jabar.

"MPBI turut mendukung Rieke Diah Pitaloka sebagai Calon Gubernur Jawa Barat, bukan untuk Calon Wagub. MPBI secara resmi mengirimkan Surat kepada Ibu Megawati Soekarno Putri yang isinya menyampaikan usulan MPBI terkait nama Cawagub (Calon Wakil Gubernur) Jabar," ujar Presiden MPBI, Said Iqbal, Jumat (2/11/12).

Ia menjelaskan, tokoh buruh yang diusung adalah Obon Tabroni,SE, seorang tokoh buruh yang berasal dari Bekasi. Diketahui Obon Tabroni adalah Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Dia juga menjabat sebagai Ketua Konsulat Cabang FSPMI Bekasi, juga menjadi Koordinator aliansi Buruh Bekasi Bergerak.

"MPBI mengajukan Obon bukan tanpa dasar, MPBI berpendapat Calon yang kami usulkan adalah warga asli Jawa Barat kelahiran Bekasi. Sebagai tokoh buruh di Jabar Obon juga mempunyai basis massa yang konkret di 15 Kota atau Kabupaten se-Jawa Barat," katanya.

Ia memaparkan, bahwa sosok Obon mempunyai massa yang banyak di berbagai kota seperti Bogor, Depok, Bekasi, Sukabumi, Karawang, Purwakarta, Bandung, Cimahi, Sumedang, dan Majalengka. Bahkan ia mengklaim, selain dari buruh.

"Obon juga mendapat dukungan dari Guru, Petani, Nelayan dan keluarganya se-Jabar dengan jumlah lebih dari tujuh juta orang," katanya.

Meski begitu, menurut Said Iqbal menyerahkan keputusan ini sepenuhnya kepada Megawati.
"Dengan harapan bahwa Rekomendasi yang akan dikeluarkan untuk Cagub dan Cawagub juga memperhatikan usulan dari suara rakyat. Usulan kami ini merupakan wujud konkret bahwa rakyat mengusulkan nama Calon Pemimpin yang dikehendaki oleh Rakyat Jawa Barat sebagai konstituen resmi ajang Pemilukada Jawa Barat," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, konstalasi politik menjelas Pilgub di Jawa Barat mulai memanas, beberapa nama calon sudah mulai muncul, setidaknya ada nama incumbent Ahmad Heryawan (PKS), Dede Yusuf (Demokrat), Teten Madsuki, Rieke Diah Pitaloka (PDI-P), dan beberapa nama lain terus bermunculan. (bhc/am/ccm/rat)


 
Berita Terkait PilGub Jabar
 
Survei Pilgub Jabar 2018, Ridwan Kamil Kalah Jauh Lawan Deddy Mizwar
 
Gerindra Tidak Ada Titik Temu dengan Ridwan Kamil
 
MK Tolak Gugatan Pilkada Rieke-Teten
 
Saksi KPU dan Saksi AHER-Demiz Bantah Keterangan Saksi Pemohon
 
Rieke Sambangi Buruh PT Matahari Cimahi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]