Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Tsunami
MDHW dan Ribuan Kiai se-Jawa Barat Siap Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sulteng
2018-10-02 04:49:43

Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon saat konferensi Pers, Senin (1/10).(Foto: Bh /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gempa bumi diikuti tsunami yang menerjang wilayah Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah mengundang duka sangat mendalam masyarakat Indonesia. Tak terkecuali Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) yang ikut merasakan duka masyarakat yang terkena musibah bencana tersebut.

Duka mendalam itu diungkapkan Hery Haryanto Azumi sebagai Sekretaris PB MDHW. Menurut Hery, bangsa Indonesia tengah diuji kesabarannya dengan bencana.

"Ini cobaan yang berat bagi bangsa ini. Setelah Lombok, sekarang Sulteng. Kami pun berdoa dan berharap masyarakat diberikan kekuatan," ujarnya di Jakarta, Senin (1/10).

Lebih lanjut Hery mengatakan, PB MDHW akan mengajak para kiai Nahdlatul Ulama (NU) untuk memanjatkan doa khusus buat korban bencana. Doa bersama itu akan dilakukan dalam dzikir dan halaqoh kebangsaan Syuriah NU dan Kiai Kampung (Lembur) se Jawa Barat di Purwakarta, Rabu 3 Oktober 2018 nanti.

"Sebelum bencana di Sulteng terjadi, kami memang sudah mengagendakan dzikir dan halaqoh kebangsaan yang diikuti sekitar 1.500 kiai di Purwakarta. Namun sebelum dilaksanakan, kami semua mendapat kabar duka dari Sulteng," ungkapnya.

"Karenanya, agenda dzikir dan halaqoh nanti akan dijadikan para kiai momentum memanjatkan doa buat bangsa khususnya buat para korban bencana Sulteng," sambungnya.

Hery juga mengungkapkan, Presdien Joko Widodo sebagai Ketua Pembina dan KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Dewan Penasehat MDHW akan turut memanjatkan doa dalam doa bersama untuk Sulteng di Purwakarta.

"Insya Allah Presiden dan Kiai Ma'ruf Amin akan datang ke Purwakarta. Kami akan memanjatkan doa bersama untuk korban bencana Sulteng," pungkas Hery.(bh/amp)


 
Berita Terkait Tsunami
 
• Kerugian Material Akibat Tsunami di Kawasan Tanjung Lesung Berkisar Rp150 Milliar
 
• Tim SAR Gabungan Terus Menemukan Korban Tsunami Selat Sunda, 373 Meninggal Dunia dan 128 Hilang
 
• Evakuasi Korban Tsunami Terus Dilanjutkan: 281 Meninggal, 1.016 Luka-Luka Dan 57 Hilang
 
• Tim Evakuasi TNI Sudah Diterjunkan di Lokasi Tsunami Selat Sunda
 
• Ikut Berduka, Sandiaga Uno Terjunkan Tim Bantuan ke Lokasi Terdampak Tsunami
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]