Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Ekpor
MANDIRI-ASEI Dorong Eksportir Garap Pasar Timur Tengah, Eropa Timur, Afrika Selatan
Monday 22 Oct 2012 12:12:12

Penandatanganan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini usai menyampaikan keterangan persnya (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - PT Bank Mandiri Tbk dan PT Asuransi Ekspor Indonesia mendorong para eksportir memasarkan produknya ke Timur Tengah, Eropa Timur, dan Afrika Selatan.

Selain itu, para eksportir bisa melirik pasar di negara yang tergabung dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) atau Asean+ 6 (Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan dan New Zealand). Pasalnya, pasar di kawasan tersebut masih terus berkembang.

Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini mengatakan situasi perdagangan global pada tahun ini merupakan situasi tersulit bagi para eksportir karena krisis Eropa yang berkepanjangan menimbulkan ketidakpastian.

”Eksportir perlu mencari pasar ke negara-negara baru supaya pertumbuhan bisnis dapat terjaga dan berkembang serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik,” kata Zulkifli dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Kamis (18/10).

Bersama ASEI, Bank Mandiri mendukung para eksportir dalam melakukan transaksi perdagangan internasional, seperti menyediakan solusi pembiayaan pengadaan barang ekspor (pre-shipment financing) hingga mengakselerasi penerimaan hasil ekspor ketika barang sudah dikirim kepada pembeli (post-shipment financing), baik transaksi ekspor LC maupun non LC, dengan suku bunga yang kompetitif.

Menurutnya, kolaborasi Bank Mandiri dan ASEI ini diharapkan dapat menjaga risiko dalam memberikan pembiayaan ekspor sehingga lebih banyak pembiayaan ekspor yang dapat diberikan terutama untuk ekspor ke negara tujuan non-traditional market.

Direktur Commercial and Business Banking Bank Mandiri Sunarso mengatakan, volume ekspor Bank Mandiri tumbuh rata-rata 30% per tahun dalam 3 tahun terakhir.

Adapun, per September 2012, transaksi ekspor melalui Bank Mandiri tercatat hingga US$ 40,8 miliar, transaksi impor US$ 42,5 miliar atau tumbuh 31%. Perseroan menguasai market share bank garansi sekitar 24%.

Sunarso menyampaikan, Bank Mandiri menargetkan transaksi ekspor melalui perseroan mencapai US$ 63,5 miliar, transaksi impor US$ 60,9 miliar, dan transaksi bank garansi mencapai Rp 32,3 triliun.

Transaksi ekspor ke negara anggota RCEP diperkirakan mencapai sekitar 40% dari total transaksi ekspor lewat Bank Mandiri pada tahun ini.

Menurut Sunarso, komoditas utama yang dapat dipasarkan para eksportir ke negara-negara tersebut a.l batu bara, CPO, karet, pulp & paper, tekstil, serta baja.

Melalui berbagai kemudahan layanan trade, Bank Mandiri dan ASEI ingin berkontribusi aktif pada pertumbuhan ekspor nasional dan memperlancar masuknya Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke Indonesia terutama melalui Bank Mandiri.(bas/bsn/bhc/opn)


 
Berita Terkait Ekpor
 
MANDIRI-ASEI Dorong Eksportir Garap Pasar Timur Tengah, Eropa Timur, Afrika Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]