Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Bank
Lima Bank Kenamaan Didenda Rp74,8 triliun
Thursday 21 May 2015 04:08:26

Barclays, UBS, JP Morgan, Citigroup, dan RBS menghadapi denda besar dari otoritas keuangan di AS dan Inggris.(Foto: Istimewa)
AMERIKA Serikat, Berita HUKUM - Lima bank yang termasuk dalam jajaran bank terbesar di dunia didenda US$5,7 miliar atau sekitar Rp74,8 triliun setelah dinyatakan bersekongkol memanipulasi nilai tukar mata uang asing. Jaksa Agung Amerika Serikat, Loretta Lynch, mengatakan "hampir setiap hari" selama lima tahun sejak 2007 para pedagang valuta asing menggunakan forum percakapan rahasia di internet untuk memanipulasi tingkat nilai tukar.

Ia mengatakan tindakan tersebut merugikan "banyak konsumen, investor, dan berbagai lembaga di seluruh dunia".

Regulator mengatakan antara 2008 hingga 2012 beberapa pedagang membentuk kartel dan menggunakan forum percakapan internet untuk memanipulasi nilai tukar sedemikian rupa sehingga mereka bisa meraih keuntungan.

Persekongkolan ini terjadi setelah mereka menyatakan bahwa berbagai langkah telah diambil menyusul krisis keuangan global.
Denda terbesar, sebesar US$2,4 miliar, dijatuhkan kepada Barclays yang harus mereka bayarkan kepada otoritas keuangan di Amerika Serikat dan Inggris.

Bank ini juga setuju untuk memecat delapan pegawai, sebagai bagian dari penyelesaian kasus. UBS, JP Morgan, Citigroup, dan Royal Bank of Scotland (RBS) juga diwajibkan membayar denda.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Bank
 
• Tarif ATM Link naik, Wakil Ketua MPR: Semakin Memberatkan Masyarakat Nasabah Bank BUMN
 
• Divisi IT Bank Akui Serangan Cyber Meningkat Sejak Awal Tahun
 
• Lima Bank Kenamaan Didenda Rp74,8 triliun
 
• Yenti Garnasih: Kejahatan Perbankan Itu Berasal dari Bankir Itu Sendiri
 
• LPS Melaporkan Dugaan Tindak Pidana 27 Bank yang Sudah Diambil Izin Usahanya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]