Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Pengangguran
Legislator Kritisi Tingginya Angka Pengangguran di Indonesia
2019-10-21 18:58:10

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay.(Foto: Runi/rni)
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengkritisi masih tingginya angka pengangguran di Indonesia. Padahal pada periode pertama pemerintahannya, Presiden Joko Widodo tengah menggalakan pembangunan Infrastruktur yang luar biasa. Ia mengatakan akan melihat lanjutan program-program yang telah dicanangkan pada periode sebelumnya.

"Kami tentu akan melihat terlebih dahulu bagaimana Presiden Jokowi melanjutkan program-program yang telah ditentukan pada periode sebelumnya, termasuk menjalankan janji-janji politiknya. Sebagaimana tugas kami di DPR RI, kami juga akan memberikan masukan khususnya terkait berbagai aspirasi dari masyarakat. Serta kritikan terkait berbagai program dan kinerja yang tengah dilakukan pemerintah," jelas Saleh sesaat sebelum pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI pada Periode 2014-2019 ini mengatakan masih tingginya angka pengangguran di Indonesia. Padahal di sisi lain, pemerintah tengah menggalakan pembangunan infrastruktur yang luar biasa. Seharusnya hal tersebut dapat menampung tenaga kerja yang sangat banyak, namun pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih banyak yang menganggur.

Oleh karena itu, politisi dapil Sumatera Utara II ini mengaku akan terus mengingatkan Presiden atau Pemerintah agar seluruh inventasi yang masuk ke Indonesia harus betul-betul menguntungkan bagi masyarakat. Bahkan jika perlu, seluruh pekerja yang dipekerjakan dalam inventasi yang masuk ke Indonesia berasal dari dalam negeri.

"Selain itu hal yang juga harus dikiritisi adalah terkait harga berbagai komoditas pokok di Indonesia yang saat ini sedang menurun. Sebut saja harga sawit dan karet yang saat ini sangat rendah. Hal tersebut menyebabkan daya beli masyarakat juga sangat rendah, dan ketahanan ekonomi juga rendah. Begitupun dalam sektor agraria. Jangan sampai masyarakat di desa-desa tidak bisa merasakan bagaimana nikmatnya ekonomi yang berkeadilan," pungkasnya. (ayu/es)


 
Berita Terkait Pengangguran
 
Pemerintah Diminta Serius Tangani Peningkatan Jumlah Pengangguran
 
Legislator Kritisi Tingginya Angka Pengangguran di Indonesia
 
Angka Pengangguran Harus Jadi Perhatian
 
Komisi IX Psertanyakan Kinerja Pemerintah Atasi Pengangguran
 
Tingginya Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Dipertanyakan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]