Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
UU ITE
Lecehkan Profesi Wartawan, MW Warga Samarinda di Polisikan
2017-10-22 21:34:21

Tampak saat para jurnalis Samarinda melaporkan MW ke Polres Minggu (22/10).(Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Seorang warga Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) yang diketahui berinisial MW di laporkan ke Unit Teskrim Polres Samarinda, diduga telah menebar ujaran kebencian serta melecehkan profesi wartawan melalui media sosial WhatsApp.

Dilaporkannya MW di Polres Samarinda oleh sejumlah jurnalis di Samarinda, karena dianggap telah menyebarkan fitnah, serta ujaran kebencian di media sosial.

Dari permasalahan itu sendiri terjadi, akibat MW memposting tulisan di salah satu grup WhatsApp pada, Sabtu (21/10) kemarin, sekitar pukul 18.00 Wita, yang berisi tentang kritik mengenai tidak adanya media saat terjadi aksi demonstrasi mahasiswa di depan Istana Negara di Jakarta, bahkan pada tulisan itu juga terdapat kalimat yang melecehkan profesi jurnalis.

Dalam postingnya dari nama Bang Muhammad Wahyudi memposting yang isinya, "Dalam kondisi ini media atau pers tidak lagi berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi yang berfungsi sebagai lembaga pengawas. Tetapi media atau pers telah berfungsi menjadi pelacur yang hina. Di barat, kondisi seperti ini mendapat cemooan, pers sudah berubah," demikian tulis MW.

Diketahui bahwa grup WhatsApp itu sendiri beranggotakan oleh sejumlah masyarakat, pejabat daerah, politisi, akademisi hingga kalangan aktivis, serta LSM, termasuk didalamnya terdapat sejumlah jurnalis.

Tindakannya yang diduga menghina wartawan itulah maka pada, Minggu (22/10) sekitar pukul 11.30 Wita, sejumlah wartawan/ jurnalis mendatangi Polresta Samarinda, guna membuat laporan Kepolisian.

"Saya ada di grup itu, saat saya membuka grup, dia M. Wahyudi memposting tulisan yang isinya membuat saya tersinggung," ucap Asho Andi Marmin, yang merupakan kontributor salah satu televisi nasional, Minggu (22/10).

Dalam membuat laporannya, Asho didampingi sejumlah pengurus organisasi kewartawanan, diantaranya terdapat Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltim Suriyatman, Ketua Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Kaltim Amir Hamzah, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Charles Siahaan, serta beberapa wartawan lainya.

"Profesi saya dikatakan sebagai pelacur yang hina, dan sudah kita laporkan ke kepolisian agar dapat ditindak dan diproses hukum," ujar Asho.

Asho berharap dengan adanya pelaporan ini, tidak akan ada lagi terulang hal-hal yang melecehkan maupun merendahkan profesi sebagai seorang jurnalis.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Kaltim Charles Siahaan menegaskan, pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas, pasalnya postingan tersebut dinilai telah menyikiti insan jurnalis, yang profesinya dilindungi oleh UU.

"Usut tuntas, kita tidak ingin ada aktivis atau warga yang menghina profesi wartawan. Jadi, akan kami dukung dan kawal laporan ini," tegas Carles.(bh/gaj)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait UU ITE
Bareskrim Polri Tangkap Warga Tangsel Lantaran Hina Presiden Jokowi di Facebook
Melecehkan Profesi Wartawan 'Pelacur', MW Resmi Dilaporkan Ke Polres Samarinda
Lecehkan Profesi Wartawan, MW Warga Samarinda di Polisikan
Istri Tersangka Aris Pengelola nikahsirri.com Ajukan Penangguhan Penahanan
Penuhi Panggilan Bareskrim, Aiman Witjaksono: Seharusnya Melalui Dewan Pers
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Google Membantu NASA Temukan 2 Planet Baru
MUI Menghimbau Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS dan Israel
Ada 668 Rumah Rusak dan 2 Orang Meninggal Akibat Gempa Tasikmalaya
#KamiIndonesia, Ketua MPR: Jangan Ada Lagi Yang Merasa Paling Pancasila!
DPR Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Damai
Haedar: Muhammadiyah Organisasi Tengahan yang Kokoh pada Prinsip
Untitled Document

  Berita Utama >
   
MUI Menghimbau Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS dan Israel
Ada 668 Rumah Rusak dan 2 Orang Meninggal Akibat Gempa Tasikmalaya
Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM
4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi
Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek
Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]