Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Perempuan
Lebih dari 40 Ormas Perempuan Beri Dukungan ke Giwo Rubianto
Friday 14 Nov 2014 19:33:54

Giwo Rubianto (foto berdiri) memberi sambutan kepada puluhan wakil Ormas Wanita yang datang guna mendukung pencalonan Giwo sebagai Calon Ketua Umum Kowani 2014-2019.(Foto: BH/mat)
JAKARTA, Berita HUKUM – Sejumlah organisasi perempuan memberi dukungan bagi Dr. Giwo Rubianto M.Pd. Dukungan dilakukan dengan memberi pernyataan tertulis saat menghadiri jamuan gathering.

Pengamatan BeritaHUKUM saat turut menghadiri acara, lebih dari 40 ormas wanita menyerahkan dukungan secara tertulis melalui acara pertemuan bersama Calon Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto, Kamis (13/11) di Jakarta.

Diantara dukungan mengalir dari Ormas Wanita Taman Siswa, Muslimat NU, Ikatan Sarjana Wanita Indonesia, Kopri, PWRI dan lainnya. Diketahui sejumlah ormas itu memiliki puluhan hingga ribuan anggota yang tersebar di tingkat Kabupaten hingga Provinsi.

Adapun dukungan dilakukan terkait persiapan menyambut Konggres Kowani ke 24 yang diikuti oleh 79 ormas wanita dari berbagai penjuru nusantara. Kongres dan Pemilihan Calon Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) akan diadakan 3 - 5 Desember 2014.

Selain Giwo Rubianto, terdapat nama Dewi Motik dan Chooseyana sebagi calon ketua umum Kowani Periode 2014-2019.

Menyambut konggres dan pemilihan ketua, menurut mantan ketua Kowani Sri Rejeki, dapat dijadikan Kowani sebagai wadah pemersatu suara wanita, khususnya peran wanita pada lingkup birokrasi dan sejumlah aktifitas terkait Pendidikan, Kesehatan serta aspek Hukum.

"Saya harapkan isi konggres dapat membuat Kowani mengambil perannya kembali sebagai institusi untuk mengimbangi kepemerintahan, khususnya memiliki suara kepedulian lingkup pendidikan, kesehatan bagi perempuan," papar Sri Rejeki, yang juga merupakan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Kabinet Gotong Royong 2001-2004. Sri turut hadir diacara gathering bersama Giwo Rubianto.

Sri menambahkan agar Ketua Umum terpilih nantinya dapat membagi ruang kerja antar lingkup.

"Kowani itu kan anggotanya banyak, lebih baik soal teknis dibagikan perannya kepada anggota. Misalkan soal riset, edukasi pun bakti sosial. Pengurus inti cukup berfokus meningkatkan peran suara wanita di kepemerintahan.

Sesepuh Kowani yang juga mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak era Orde Baru Periode 1987-1988, Anindyati Sulasikin Moer Pratomo, turut mengingatkan soal transparansi dan adanya semangat muda regenerasi tampuk kepemimpinan Kowani.

"Ketua Kowani terpilih pada Desember didepan mestinya yang bersemangat muda, yang ngerti soal transparansi, anti money politic. Saya kira ibu Giwo sangat cocok dengan kriteri itu," papar Moer Pratomo menambahkan pada awak media yang menemuinya saat hadir pada deklarasi.

Giwo dikenal luas kiprahnya dilingkup perlindungan anak saat menjadi Ketua KPAI 2003-2007 sesuai Keputusan Presiden No.95/M 2004. Aktif dibidang sosial dan lingkup partai, wanita yang pakar dibidang bisnis properti itu juga merupakam Dewan Penasehat Keluarga Putra Putri Polisi sejak 2013 lalu.

"Program 24 Langkah membangun Kowani yang bersatu, mandiri dan bermartabat, itu yang akan saya perjuangkan," tutur Giwo ringkas, saat ditanyakan persiapan menyambut Kongres ke 24 Kowani pada Desember mendatang.

Adapun menanggapi dukungan yang diberikan kepadanya, Giwo sangat mengapresiasi dan berjanji akan mengakomodir sejumlah peran dan tantangan bagi Kowani menjadi lebih baik.

Dari 24 langkah membangun Kowani, Giwo membagi sejumlah langkah itu pada 10 Bidang, yaitu Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Moral dan Agama, Iptek Seni Budaya, Ekonomi dan Koperasi, Ketenagakerjaan, Sosial dan Kesejahteraan Keluarga, Lingkungan dan Kesehatan, Hukum dan HAM, Hubungan Luar Negeri dan Bidang Politik.(bhc/mat)



 
Berita Terkait Perempuan
 
Susi Pudjiastuti dan Sejumlah Tokoh Perempuan Kritik Keras Pernyataan Mahfud
 
Cerita Penari Perempuan 106 Tahun Menolak Disebut 'Tua', Masih Rajin Tulis Buku dan Bikin Film, Apa Rahasianya?
 
Kelompok Kerja Desa Damai, Wahid Foundation Gelar Training Akses Perempuan terhadap Keadilan
 
Sulli: Perempuan yang Berani Memberontak terhadap Dunia K-pop
 
Bukan Sekedar Slogan, Kesetaraan Gender Harus Diwujudkan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]